Breaking News:

Berita Kudus

Nama Bupati Kudus Dicatut Penipu, ‎Hartopo: Saya Tidak Pernah Pasang Foto di WA

Sebulan terakhir, tercatat ada tiga laporan penipuan mengatasnamakan bupati Kudus, satu di antaranya menyasar pondok pesantren (ponpes).

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/RAKA F PUJANGGA
Bupati Kudus M Hartopo saat ditemui, Kamis (20/5/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Nama Bupati Kudus M Hartopo dicatut untuk penipuan. Bahkan, sebulan terakhir, tercatat ada tiga laporan penipuan mengatasnamakan bupati, satu di antaranya menyasar pondok pesantren (ponpes).

Modus yang digunakan, penipu yang nyaru sebagai bupati, berjanji memberikan bantuan. Ponpes yang disasar, kebetulan tengah melakukan pembangunan.

Janji tersebut disampaikan lewat Whatsapp. Agar lebih meyakinkan, pelaku memasang gambar Hartopo sebagai profil akun Whatsapp yang digunakan.

Baca juga: Pengunjung Membeludak, Satgas Penanganan Covid-19 Kudus Tutup Tempat Wisata Mbalong Sangkalputung

Baca juga: Polisi Kantongi Pelaku Pembunuhan Remaja Putri di Kaliwungu Kudus, Kapolres: Orangnya Sudah Jelas

Baca juga: Penjual Bahan Mercon Maut yang Meledak di Undaan Kudus Jadi Tersangka, Terancam 20 Tahun Penjara

Baca juga: Kunjungi Mbah Min, Pengrajin Biola asal Kudus, Gubernur Ganjar: Ini Karya Keren!

Calon korbannya diminta mengirim nomor rekening Ponpes untuk diusulkan memperoleh bantuan.

Setelah menerima nomor rekening yang diinginkan, pelaku mengirimkan bukti transfer palsu sebesar Rp 22,5 juta.

Namun, dari nominal itu, pelaku meminta calon korban mengirim sebagian uang tersebut ke Yayasan Assalaam yang merupakan yayasan fiktif milik pelaku.

Terkait laporan penipuan ini, Hartopo ‎menyampaikan, dirinya tidak pernah menampilkan foto pribadi di akun Whatsapp pribadi.

"Saya tidak pernah memasang foto di WA untuk menghindari ada penipuan. Jadi saya minta berhati-hati," kata Hartopo di Kudus, Sabtu (22/5/2021).

Hartopo juga mengatakan, dirinya tidak mungkin meminta nomor rekening secara pribadi, langsung kepada pondok pesantren atau penerima bantuan.

Menurutnya, penyaluran bantuan atau hibah dari pemerintah kabupaten dilakukan setelah ada kajian dan dilakukan menggunakan surat resmi.

"Mekanisme untuk memberikan bantuan ini secara resmi dan memakai kajian," jelas dia.

Baca juga: Api Sambar 4 Karyawan Restoran di Rita Supermall Purwokerto, Diduga dari Selang Tabung Gas Bocor

Baca juga: Kecurigaan Rita Sugiarto Ternyata Terbukti, Sang Anak Ditangkap Polisi Karena Kasus Narkoba

Baca juga: Selama Sepekan Mulai Senin 24 Mei 2021, Layanan Rawat Jalan RSUD Cilacap Ditutup

Baca juga: Lila Sudah Tergeletak Dekat Pintu Kamar Kos, Ini Penyebab Meninggalnya Penjual Mainan di Semarang

Beruntung, dalam kejadian tersebut, tidak ada korban yang mengalami kerugian material.

Sehingga, Hartopo belum berencana mengambil langkah terkait penipuan yang mengatasnamakannya.

"Langkah hukum tidak ada karena beruntung, belum ada kerugian material. Biarpun korbannya sudah memberikan nomor rekening," jelas dia. (Raka F Pujangga)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved