Breaking News:

Teror Virus Corona

10 Desa di Banyumas Masuk Zona Merah dan Oranye Covid-19, Pembelajaran Tatap Muka Dihentikan

Lima desa di Banyumas masuk dalam zona merah penyebaran Covid-19. Bupati Banyumas meminta warga makin sadar menerapkan protokol kesehatan.

TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Bupati Banyumas Achmad Husein saat ditemui wartawan di Pendopo Si Panji Purwokerto, Kamis (20/5/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Lima desa di Banyumas masuk dalam zona merah penyebaran Covid-19. Terkait kondisi ini, Bupati Banyumas Achmad Husein meminta warga makin sadar menerapkan protokol kesehatan.

Kelima desa berstatus zona merah itu adalah, Desa Danaraja, Kecamatan Banyumas; Desa Karangtalun, Kecamatan Purwojati; Desa Sidamulih, Kecamatan Rawalo; Desa Watuagung, Kecamatan Tambak; dan Desa Rawaheng, Kecamatan Wangon.

Husein mengatakan, masyarakat tidak perlu takut dan phobia dengan adanya kasus positif Covid-19 di desa.

"Kalau berbicara klaster, semua klaster juga sudah ada, sudah ada klaster pasar, kantor, keluarga dan lainnya. Tapi, jangan heran, kita semua ini sudah menjadi klaster," ujar Husein saat ditemui di Pondopo Si Panji Purwokerto, Kamis (20/5/2021).

Baca juga: Peringati Hari Kebangkitan Nasional, ASN Pemkab Banyumas Serentak Nyanyikan Lagu Indonesia Raya

Baca juga: Seleksi CPNS dan PPPK Tahun Ini, Banyumas Buka 2.320 Formasi, Berikut Rincian Kebutuhannya

Baca juga: Ketua GNPK Jateng Jadi Tersangka, Diduga Peras Kades di Kemranjen Banyumas hingga Rp 375 Juta

Baca juga: Micro Lockdown di Desa Karangtalun Kidul, Bupati Banyumas: Belasan Warga Kembali Positif Covid-19

Bupati memperingatkan agar semua masyarakat semakin sadar dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Juga, seminimal mungkin bersentuhan.

Selain lima desa yang ditetapkan masuk zona merah, ada lima desa lain yang saat ini masuk zona oranye, yaitu Desa Karangmangu, Kecamatan Baturraden; Desa Gentawangi, Kecamatan Jatilawang; Desa Leduk dan Desa Pliken di Kecamatan Kembaran; dan Desa Cikembulan, Kecamatan Ajibarang.

Bupati mengatakan, anak-anak yang berada di daerah zona merah dan oranye tidak boleh mengikuti pembelajaran tatap muka.

Selain itu, petugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) juga ditempatkan di tempat-tempat wisata untuk melakukan tes antigen secara acak.

Bupati menambahkan, dari 3.000 pemudik di Banyumas, ada sekitar 2.000 orang yang telah dites antigen.

Dan dari 2.000 orang yang dites, ada 9 orang yang positif COvid-19 hasil PCR.

"Artinya, sangat kecil berdasarkan data," ungkapnya. (Tribunbanyumas/jti)

Baca juga: Selamat! Juventus Bawa Pulang Piala Coppa Italia 2020-2021 meski Babak Belur Hadapi Atalanta

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Kamis 20 Mei 2021: Rp 991.000 Per Gram

Baca juga: Terjadi Arus Mudik Gelombang Dua Akhir Pekan Ini, Gubernur Ganjar: Pengawasan RT Harus Diperketat

Baca juga: Polisi Kantongi Pelaku Pembunuhan Remaja Putri di Kaliwungu Kudus, Kapolres: Orangnya Sudah Jelas

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved