Breaking News:

Berita Banyumas

Ketua GNPK Jateng Jadi Tersangka, Diduga Peras Kades di Kemranjen Banyumas hingga Rp 375 Juta

Penyidik Satreskrim Polresta Banyumas menahan Ketua LSM GNPK Jawa Tengah, Siswo Subroto alias Subroto, Selasa (19/5/2021).

TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Penyidik Satreskrim Polresta Banyumas memeriksa Ketua LSM Gerakan Nasional Pemberatan Korupsi (GNPK) Jawa Tengah, Siswo Subroto alias Subroto, dalam kasus dugaan pemerasan, di Mapolresta Banyumas, Selasa (18/5/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Penyidik Satreskrim Polresta Banyumas menahan Ketua LSM Gerakan Nasional Pemberatan Korupsi (GNPK) Jawa Tengah, Siswo Subroto alias Subroto, Selasa (18/5/2021).

Subroto ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan kepada kades di Kemranjen, Banyumas, dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah.

"Saat ini sudah dilakukan penahanan di Polresta Banyumas," ujar Kasat Reskrim Polresta Banyumas Kompol Berry, dalam rilis yang diterima Tribunbanyumas.com, Rabu (19/5/2021).

Baca juga: Geruduk Polresta Banyumas, Perangkat Desa Minta Laporan Pemerasan Oknum LSM ke Kades Diusut Tuntas

Baca juga: Shopee Center Bakal Masuk Desa, Gubernur Ganjar Contohkan Pembinaan Produksi Gula Semut Banyumas

Baca juga: Tim Gabungan Cegat Arus Balik di 4 Pos Perbatasan di Banyumas, Warga Wajib Bawa Surat Negatif Covid

Baca juga: Micro Lockdown di Desa Karangtalun Kidul, Bupati Banyumas: Belasan Warga Kembali Positif Covid-19

Subroto dijerat Pasal 368 KUHP subsider 369 KUHP lebih subsider 335 KUHP atas dugaan tindak pidana pemerasan dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara.

Sementara itu, Ketua DPC Peradi Purwokerto Happy Sunaryanto yang juga kuasa hukum Kades Sibrama, Kecamatan Kemranjen, Wagiyah, meminta kasus ini diproses hingga ke persidangan.

Ia berharap, mekanisme prosedur hukum dilalui sampai keadilan terlihat terang benderang di fakta persidangan.

"Kami tetap mendukung Polresta Banyumas karena Polresta Banyumas selalu bertindak secara profesional," katanya.

Kasus tersebut mencuat setelah adanya laporan dari Kades Sibrama, Kecamatan Kemranjen.

Kades Sibrama merasa diperas Subroto hingga akhirnya memberanikan diri melaporkan ke Polresta Banyumas.

Kasus terungkap karena ada empat kades lain yang diduga ikut diperas.

Kelima Kades mengalami kerugian sampai Rp 375 juta. (Tribunbanyumas/jti)

Baca juga: Tenda Terminal Sementara Terpasang, Bupati Purbalingga Optimistis Bandara JB Soedirman Dibuka 1 Juni

Baca juga: Hina Palestina di Tiktok, Siswi SMA di Bengkulu Dikeluarkan dari Sekolah. Dijerat Poin Tata Tertib

Baca juga: Pasar Panican Purbalingga Ditarget Rampung 27 Mei 2021, Pedagang Bisa Menempati Mulai Akhir Juni

Baca juga: Banyak Kursi Jabatan Kepala OPD Kosong, Bupati Purbalingga Ancang-ancang Lakukan Perombakan

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved