Berita Regional

Hina Palestina di Tiktok, Siswi SMA di Bengkulu Dikeluarkan dari Sekolah. Dijerat Poin Tata Tertib

Akibat respon yang tak tepat terkait konflik Israel-Palestina itu, seorang siswi SMA di Bengkulu, MS, dikeluarkan dari sekolah.

Editor: rika irawati

TRIBUNBANYUMAS.COM, BENGKULU - Perseteruan Israel dan Palestina tak hanya menimbulkan korban nyawa di kedua negara tetapi juga korban di Indonesia. Akibat respon yang tak tepat terkait konflik Israel-Palestina itu, seorang siswi SMA di Bengkulu, MS, dikeluarkan dari sekolah.

Ini bermula saat MS mengunggah video menghina Palestina di akun Tiktok miliknya. Video ini pun menjadi viral.

Di video yang beredar, MS melontarkan kata-kata kasar pada Palestina.

Terkait peredaran luas video tersebut pihak sekolah memutuskan mengeluarkan MS. Dasarnya, hasil rapat Dinas Cabdin Pendidikan Wilayah VIII Kabupaten Benteng dan pihak sekolah.

Baca juga: Israel Serang Gaza Sehari Jelang Idulfitri, Serbuan Berlangsung Sepanjang Hari Sejak Matahari Terbit

Baca juga: Wabah Covid-19 Belum Terkendali, Kementerian Kesehatan Palestina Batasi Perayaan Natal di Betlehem

Baca juga: Heboh Palestina Tidak Bisa Ditemukan di Google Map dan Apple Map

Menurut Kepala Cabdin Pendidikan Wilayah VIII Kabupaten Bengkulu Tengah, Adang Parlindungan, tindakan yang dilakukan MS sudah melanggar tata tertib yang ada.

"Keputusan ini kami ambil karena memang pihak sekolah sudah melakukan pendataan terhadap tata tertib poin pelanggaran MS. Dari data poin tata tertib tersebut diketahui kalau MS, poin tata tertib MS sudah melampaui dari ketentuan yang ada," kata Adang dikutip dari Antara, Selasa (18/5/2021).

Telah meminta maaf

MS dan orangtuanya sempat melakukan pertemuan dengan pihak sekolah dan tokoh masyrakat setempat.

Di pertemuan tersebut, MS meminta maaf dan mengaku menyesali perbuatannya yang telah menghina Palestina.

Permintaan maaf tersebut disampaikan MS pada warga Palestina dan seluruh warga Indonesia.

"Saya minta maaf atas perbuatan saya. Baik kepada warga Palestina maupun seluruh warga Indonesia," kata MS di Bengkulu Tengah, dikutip dari Antara, Selasa.

Kasus tak dilanjutkan

Sementara itu, Kapolres Bengkulu Tengah AKBP Ary Baroto mengatakan, kasus hukum MS sudah selesai dan tidak dilanjutkan.

Hal tersebut dilakukan karena pihaknya telah menemukan titik tengah, yakni MS dimaafkan atas tindakan menghina Palestina di akun TikToknya.

Ia mengatakan, mediasi dan rapat tersebut dihadiri perwakilan dari kepolisian, sekolah, Ketua Komite, FKUB, Badan Kesbangpol Benteng, Kemenag Benteng, dan Komisi I DPRD Benteng serta Cabang Dinas Pendidikan wilayah VIII Benteng.

"Penyelesaian kasus ini kami lakukan dengan restorative justice, yang mana setiap penyelesaian permasalahan tidak selalu diselesaikan dengan pidana," ujarnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hina Palestina di TikTok, Siswi SMA Dikeluarkan dari Sekolah, Ini Ceritanya".

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved