Jumat, 24 April 2026

Berita Video

Video 4 Pemudik asal Banyumas Jalani Karantina di GOR Satria Purwokerto

Gelanggang Olahraga (GOR) Satria Purwokerto telah menampung puluhan pemudik yang tiba di Banyumas sejak dibuka untuk karantina, 6 Mei 2021.

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Berikut ini Video 4 pemudik asal Banyumas jalani karantina di GOR Satria Purwokerto

Gelanggang Olahraga (GOR) Satria Purwokerto telah menampung puluhan pemudik yang tiba di Banyumas sejak dibuka untuk karantina, 6 Mei 2021.

Sampai Rabu (12/5/2021), tercatat ada 38 pemudik yang menjalani karantina di GOR ini.

"Kalau total, ada 38 orang, tetapi keluar masuk. Saat ini, tersisa empat orang, tiga perempuan dan satu laki-laki," ujar Penanggung Jawab Karantina GOR Satria Purwokerto, Rudi Setiawan, di Purwokerto, Rabu (12/5/2021).

Menurut Rudi, BPBD Banyumas menyiapkan tiga tempat karantina di GOR, yaitu di lapangan futsal, aula serbaguna, dan Sasana Krida. Ada sekitar 100 velbed yang dipersiapkan di tiga tempat ini.

"Jadi, nanti, pemudik awalnya di swab antigen. Jika negatif maka tetap di karantina di GOR. Jika hasilnya positif maka akan karantina di Baturraden," terangnya.

Meskipun dinyatakan negatif, pemudik tetap dikarantina setidaknya lima hari di GOR Satria.

Kalau pemudik merasa mampu, dapat pindah karantina di hotel yang telah bekerjasama. Namun, biaya ditanggung pemudik.

Setiap pagi, para pemudik yang menjalani karantina, harus menjalani cek kesehatan.

Tim Satgas menyediakan fasilitas, di antaranya tim kesehatan, keamanan dari Satpol PP, logistik untuk makan, dan selimut.

Tempat karantina ini juga menyediakan ruang laktasi dan ibu hamil.

"Kemarin, ada bayi dan ibu menyusui tapi karena ibu menyusui mengidap kanker payudara maka diarahkan ke karantina hotel," kata Rudi.

Salah satu pemudik, Wantilah (70), warga Pabuaran, Purwokerto Utara, mengaku datang dari Bekasi.

Dia pulang saat larangan mudik mulai berlaku, 6 Mei, menumpang mobil pribadi saudara asal Purworejo.

"Saya inisiatif lapor desa, lalu pihak desa mengarahkan saya ke sini. Terpaksa pulang karena kangen anak cucu, sudah tujuh bulan di Jakarta, bekerja sebagai PRT," katanya.

Wantilah mengaku biasa meski harus menjalani karantina di GOR Satria.

"Dibawa senang saja dan dibawa happy," katanya. (Tribunbanyumas/jti)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved