Breaking News:

Lebaran 2021

Silaturahim Lewat Video Call, Cerita Pegawai BPBD Banyumas Tugas di Tempat Karantina saat Lebaran

Rudi Setiawan (41) tak bisa merayakan Lebaran bersama keluarga lantaran harus bertugas di tempat karantina pemudik di GOR Satria Purwokerto.

TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Petugas BPBD Banyumas Rudi Setiawan berjaga di tempat karantina pemudik di GOR Satria Purwokerto, Rabu (12/5/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Lebaran menjadi momen silaturahim dan kumpul bersama keluarga tercinta. Namun, momen tersebut tak bisa dinikmati sebagain orang lantaran tanggung jawab profesi.

Ini pula yang dirasakan Rudi Setiawan (41), petugas BPBD Banyumas yang bertugas di tempat karantina pemudik di GOR Satria Purwokerto.

Rudi mengatakan, Lebaran tahun ini, dia tak bisa menjalankan Salat Id bersama istri dan anak.

Tugasnya sebagai penanggung jawab logistik di tempat karantina membuat dia harus standby di GOR Satria Purwokerto.

"Seperti tahun lalu, mau tidak mau Lebaran di sini, di GOR untuk berjaga," kata Rudi saat ditemui Tribunbanyumas.com, Kamis (13/5/2021).

Baca juga: Libur Lebaran, PMI Banyumas Sokaraja Tetap Layani Donor Darah dan Plasma Konvalesen. Ini Syaratnya

Baca juga: Satpas Porlesta Banyumas Libur 12-16 Mei 2021, Ada Dispensasi Perpanjangan hingga 19 Mei

Baca juga: 4 Pemudik asal Banyumas Masih Jalani Karantina di GOR Satria Purwokerto, Begini Suasananya

Rudi mengatakan, tepat di hari Lebaran, dia mendapat tugas pukul 07.00 WIB dan baru berakhir pukul 07.00 WIB keesokan hari.

"Normalnya manusia, ya pengin sama keluarga (saat Lebaran). Tetapi, mau bagaimana lagi karena tugas dan kerjaan," katanya.

Meski begitu, Rudi mengaku menjalani tugas penuh keikhlasan dan senang hati.

Terkadang, sang anak yang baru berumur 7 tahun merengek meminta kehadirannya. Namun, dia berusaha memberi pengertian. Apalagi, sang istri juga memahami pekerjaannya.

"Kalau ini, bertugas masih di Banyumas. Kadang, kalau ada bencana, saya ikut tim BPBD Jateng ke lokasi bencana, seperi di Palu, NTT, Merapi, dan lokasi bencana lain di Indonesia," katanya.

Namun demikian, menurutnya, kunci utama adalah komunikasi.

Sehingga, solusinya, dia memanfaatkan video call secara rutin dengan anak atau istri.

"Alhamdulillah, tahun ini tidak seramai karantina pemudik tahun lalu. Tahun lalu, tempat karantina ramai. Akhirnya makan ketupat Lebaran bareng bupati," katanya. (Tribunbanyumas/jti)

Baca juga: Petasan Maut di Undaan Kudus Tewaskan 1 Orang dan Lukai 3 Remaja, Meledak saat Lubang Sumbu Dibuat

Baca juga: Libur Lebaran, PMI Banyumas Sokaraja Tetap Layani Donor Darah dan Plasma Konvalesen. Ini Syaratnya

Baca juga: BWF Batalkan Singapore Open 2021, Ganda Campuran Hafiz/Gloria Terancam Gagal ke Olimpiade Tokyo

Baca juga: 5 Berita Populer: Tak Afdol Mudik Tanpa Foto di Gapura Kota Tegal-112 Perusahaan di Jateng Cicil THR

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved