Breaking News:

Lebaran 2021

Salat Id di Pendopo Wijayakusuma Cakti Cilacap, Bupati Tatto: Kembali Fitrah, Hidup Benar dan Baik

Pendopo Wijayakusuma Cakti Cilacap menjadi tempat pelaksanaan ibadah salat Idulfitri 1442 H sejumlah pejabat Forkopimda Cilacap.

TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Suasana ibadah Idulfitri 1442 H di pendopo Wijayakusuma Cakti Cilacap, Kamis (13/5/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Pendopo Wijayakusuma Cakti Cilacap menjadi tempat pelaksanaan ibadah salat Idulfitri 1442 H sejumlah pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Cilacap, termasuk Bupati Tatto Suwarto Pamuji.

Ibadah dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan. Namun, kondisi ini tak mempengaruhi kelancaran dan kekhusyukan ibadah.

Salat Idulfitri di Pendopo Wijayakusuma Cakti ini diimami KH Sahlan Nasir dan katib Letkol (Inf) Andi Afandi, Dandim 0703/Cilacap.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Syamsul Auliya Rachman, Sekretaris Daerah Farid Ma’ruf, dan para kepala OPD.

Baca juga: Satu ABK asal Filipina Meninggal Akibat Covid-19 di Cilacap, Sempat Dirawat 11 Hari di RSUD Cilacap

Baca juga: Realisasi Kegiatan di Triwulan I Tak Sesuai Target, Bupati Cilacap Minta Sekda Beri Sanksi OPD

Baca juga: Cara Unik Polres Cilacap: Pemusnahan Knalpot Brong Disaksikan Orangtua Pemilik Motor

Baca juga: Kunjungi Cilacap, Menteri KKP Trenggono Janji Revitalisasi Pelabuhan Perikanan Samudra Cilacap

Bupati, dalam sambutannya, mengingatkan bahwa Idulfitri tahun ini masih dalam suasana pandemi. Sehingga, masih diberlakukan pembatasan, tidak terkecuali dalam ibadah.

"Walau dalam suasana pandemi Covid-19, kenikmatan dan keindahan masih bisa kita rasakan. Ini bisa terlihat dan dirasakan, kegembiraan tersebut terpancar dari setiap orang, setiap rumah, orang saling berkunjung secara virtual. Saling mendekatkan diri karena Allah untuk saling memaafkan kesalaha," kata bupati dalam rilis yang diterima, Kamis (13/5/2021).

Bupati mengingatkan hikmah Idulfitri, yaitu manusia kembali ke fitrah, menjadi pribadi yang baik dan meninggalkan segala keburukan.

"Kembali kepada fitrah, diharapkan akan menimbulkan perbuatan indah, benar, dan baik. Sehingga, dalam menjalani hidup dan kehidupannya jauh dari berprasangka jelek, mencari-cari kesalahan orang lain, dendam, curiga, fitnah, hasut, iri, dan dengki," ungkapnya.

Baca juga: Hari H Lebaran, Arus Lalu Lintas di Pos Penyekatan Ajibarang Banyumas Lancar. Lonjakan Terasa di H-2

Baca juga: Israel Serang Gaza Sehari Jelang Idulfitri, Serbuan Berlangsung Sepanjang Hari Sejak Matahari Terbit

Baca juga: Bek PSIS Semarang Pratama Arhan Masuk 28 Nama untuk Kualifikasi Piala Dunia di Dubai, Ini Daftarnya

Baca juga: Idulfitri Bersamaan dengan Hari Kenaikan Isa Almasih, Gubernur Ganjar: Ini Berkah untuk Indonesia

Bupati mengibaratkan, manusia yang melihat dirinya secara utuh sebagai hasil dari puasa Ramadan, untuk senantiasa introspeksi terhadap kelebihan dan kekurangan.

"Ibarat kita bercermin, melihat fisik kita secara utuh, puasa Ramadan sesungguhnya juga telah melatih senantiasa berintrospeksi terhadap kelebihan dan kekurangan kita," katanya.

"Kebaikan dan keburukan yang ada dalam diri kita, khususnya terkait keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT," imbuhnya. (Tribunbanyumas/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved