Breaking News:

Berita Semarang

Ditembak di Kaki, Pembunuh Pemandu Lagu di Pusponjolo Semarang Tertangkap. Sempat Kabur ke Grobogan

Polisi menangkap pembunuh pemandu lagu Alip Surani alias Ratna yang ditemukan tewas di kamar kos Amora di Jalan Pusponjolo Selatan, Kota Semarang.

TRIBUNBANYUMAS/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
Polisi menunjukkan barang bukti dan dua pembunuh pemandu lagu di kos di Pusponjolo Selatan, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, dalam gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Rabu (12/5/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Polisi menangkap pembunuh pemandu lagu Alip Surani alias Ratna (31) yang ditemukan tewas di kamar kos Amora di Jalan Pusponjolo Selatan No 124, Kelurahan Bojongsalaman, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, pembunuhan tersebut dilakukan dua pelaku, Daffa Dhiyaulhaq Kurniawan (23) dan Ibnu Setiawan (19), Jumat (7/5/2021).

Keduanya mendapat hadiah timah panas di kaki saat ditangkap di kosan di Jalan Cikrapyak RT 02 RW 07 , Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Selasa (11/5/2021).

Selain menangkap tersangka, Polisi menyita dua HP milik tersangka, uang tunai hasil penjualan ponsel milik korban, dua pakaian yang dipakai tersangka membunuh korban, serta puluhan butir pil koplo.

Baca juga: Pemandu Lagu Ditemukan Tewas di Kamar Kos di Pusponjolo Selatan Semarang, Kamar Sempat Dipenuhi Asap

Baca juga: Terekam CCTV, Pria Bertopi Masuk Kamar Pemandu Lagu yang Ditemukan Tewas di Kamar Kos di Semarang

Baca juga: Pemilik Wahyu Agung Grup Beli Sebagian Saham PSIS Semarang, Berikut Alasan Junianto

Baca juga: Mengaku Ingin Belanja ke Mal, Warga Jepara Boleh Melintas saat Tersekat di Pos Genuk Semarang

Irwan menjelaskan, pelaku pembunuhan Ratna terungkap dari rekaman CCTV kos.

Keduanya datang bersamaan di kamar kos yang ditempati Ratna. Namun, hanya Daffa yang masuk kamar sementara Ibnu menunggu di luar.

"Daffa masuk ke kamar kos korban. Kemudian, tersangka keluar setelah melakukan kejahatan," ujarnya saat gelar perkara didampingi Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Indra Mardiana, di Mapolrestabes Semarang, Rabu (12/5/2021).

Menurut Irwan, kasus pembunuhan tersebut sangat menarik perhatian karena setelah melakukan kejahatan, pelaku berusaha menghilangkan jejak lewat cara membakar seisi kamar dan korban.

Namun, upaya menghilangkan jejak itu tak berhasil.

"Api hanya melahap sisi bawah tempat tidur korban," tuturnya.

Halaman
12
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved