Breaking News:

OTT Bupati Nganjuk

Bupati Nganjuk dan 4 Camat Resmi Jadi Tersangka: Jual Beli Jabatan Dipatok Rp 2 Juta-Rp 50 Juta

Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat telah ditetapkan sebagai tersangka kasus jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Nganjuk, bersama empat camat.

Editor: rika irawati
Tangkapan layar YouTube Kompas TV
Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat resmi sebagai tersangka kasus jual beli jabatan dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK dan Bareskrim Polri, Senin (10/5/2021). 

Selain Novi, Ditetapkan pula sebagai tersangka, empat camat, seorang eks camat, dan ajudan Novi.

Ke-empat camat tersebut adalah Camat Pace, Dupriono; Camat Tanjungnaom yang juga Plt Camat Sukomoro, Edie Srijato; Camat Berbek Haryanto; dan Camat Loceret, Bambang Subagio.

Baca juga: Resep Nastar Gulung, Suguhan Kue Kering yang Tak Pernah Absen saat Lebaran

Baca juga: Mudik Lebaran Kayuh Sepeda 249 Km Rembang-Pemalang, Irzan: Terinspirasi Kyai Abdul Ghofur Maimoen

Baca juga: Empat Pemudik di Pekalongan Positif Covid-19, Dinkes Bakal Perbanyak Rapid Tes Antigen

Baca juga: Alun-alun Kebumen Ditutup saat Malam Lebaran, Pemkab Khawatir Ada Kerumunan dan Takbir Keliling

Sementara, mantan camat yang turut menjadi tersangka, disebut polisi, bernama Sukomoro Tri Basuki Widodo.

Dan, Ajudan Bupati Ngajuk M Izza Muhtadin.

Dalam penangkapan ini, penyidik KPK-Polri juga menyita uang Rp 647,9 juta dari brankas di kediaman Novi.

Selain itu, penyidik juga menyita heanphone, buku tabungan, dan sejumlah dokumen milik para tersangka. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polri: Bupati Nganjuk Patok Harga Jabatan Rp 2 Juta hingga Rp 50 Juta".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved