Larangan Mudik Lebaran

Karena Laporan Istri, Wagiman Jalani Karantina Lima Hari di GOR Satria Purwokerto, Begini Ceritanya

Saat ditanya alasan mengapa dikarantina, satu pemudik di Banyumas bernama Wagiman mengatakan, terpaksa karantina karena dilaporkan oleh istrinya.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
PEMKAB BANYUMAS
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sedang berdialog dengan Wagiman, pemudik yang dikarantina di GOR Satria Purwokerto, Jumat (7/5/2021). 

Awalnya jengkel, namun setelah mengetahui semua mudik' title='pe mudik'>pe mudik yang datang ke Banyumas pada 6-17 Mei 2021 dikarantina selama lima hari, dia memakluminya. 

Dia pun menyadari kesalahannya karena nekat mudik dan mau dikarantina di tempat itu.

"Tidak apa-apa lima hari dikarantina di sini."

"Saya pesan pada saudara-saudara lainnya nggak usah mudik." 

"Kalau ingin keluarga sehat semua, jangan mudik."

"Mudik juga sengsara, karena akan dikarantina seperti saya," ungkapnya. 

Pe mudik lain, Rasikun juga mengatakan hal yang sama. 

Dia rela dikarantina karena memang itu sudah menjadi peraturan bersama.

"Saya pulang kemarin, pada Kamis (6/5/2021)." 

"Langsung ada perangkat desa yang mendatangi rumah dan meminta saya dikarantina." 

"Saya ikut saja, karena sudah peraturan, mau bagaimana lagi," tuturnya. 

Ia juga berpesan pada mudik' title='pe mudik'>pe mudik lain untuk menunda kepulangan ke kampung halaman.

Selain bisa menularkan penyakit ke keluarga, mereka juga harus sengsara karena dikarantina.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, kisah Wagiman justru menjadi yang inspiratif. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved