Breaking News:

Lebaran 2021

Cegah Lonjakan Kasus Covid Usai Lebaran, Pemudik di Purbalingga Wajib Bawa Hasil Negatif Rapid Test

Bupati Dyah Hayuning Pratiwi berharap, angka kasus Covid-19 di Kabupaten Purbalingga tidak melonjak pasca-Hari Raya Idulfitri 1442H.

TRIBUNBANYUMAS/Permata Putra Sejati
Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi saat ditemui, Kamis (4/3/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Bupati Dyah Hayuning Pratiwi berharap, angka kasus Covid-19 di Kabupaten Purbalingga tidak melonjak pasca-Hari Raya Idulfitri 1442H.

Untuk mengantisipasi ini, Pemerintah Kabupaten Purbalingga terus meningkatkan sosialisasi protokol kesehatan.

Kemudian, menggiatkan kembali lapor warga, khususnya bagi pemudik, dan mewajibkan para pemudik membawa surat rapid antigen.

Bupati Dyah Hayuning Pratiwi mengungkapkan hal ini seusai memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2021 di halaman pendopo Dipokusumo, Rabu (5/5/2021).

Diakui Tiwi, sapaan bupati, masa Ramadan dan Idulfitri ini, Indonesia maupun Kabupaten Purbalingga, masih menghadapi pandemi Covid-19.

Baca juga: JADWAL Salat dan Buka Puasa Ramadan Hari Ke-23 di Purbalingga, 5 Mei 2021

Baca juga: 18 Warga Tanalum Purbalingga Positif Covid, Berawal dari Tilik Bayi hingga Ikut Tarawih Keliling

Baca juga: Awalnya Ada yang Ikut Pengajian di Pekalongan, Menular ke Belasan Warga Desa Tanalum Purbalingga

Baca juga: Kebiasaan Buruk Sales Menurut Disperindag Purbalingga: Kerap Sisipkan Produk Kadaluarsa

Oleh karena itu, kegiatan lapor warga, khususnya bagi pemudik yang masuk ke Kabupaten Purbalingga, terus diperbaharui datanya setiap hari.

Tiwi juga meminta adanya pemantauan pergerakan setiap pemudik. Juga, memastikan mereka memiliki surat rapid antigen dengan hasil negatif.

Pemudik yang tidak dapat menunjukkan surat rapid antigen, diminta segera diarahkan melakukan rapid antigen di fasilitas kesehatan terdekat, semisal puskesmas.

"Pemerintah Kabupaten Purbalingga akan membantu rapid antigen gratis bagi pemudik yang ekonominya lemah, di sejumlah puskesmas yang ada di Kabupaten Purbalingga," tuturnya dalam rilis yang diterima.

Diungkapkan Tiwi, beberapa waktu lalu, angka covid-19 di Kabupaten Purbalingga mengalami peningkatan lantaran muncul klaster baru di sejumlah wilayah.

Satu di antaranya, klaster pondok pesantren di Bukateja dan klaster orang melahirkan di Desa Tanalum, Kecamatan Rembang.

Baca juga: Amankan Idulfitri, Polres Banjarnegara Siapkan 8 Pos Pengamanan

Baca juga: Ribuan Liter Miras dan Petasan Dimusnahkan, Hasil Operasi Kegiatan Polres Kebumen selama Ramadan

Baca juga: Ada Luka Sayat di Tangan Kanan, Gadis asal Kaliwungu Kudus Ditemukan Meninggal di Dapur Rumah

Baca juga: Tol Jakarta Cikampek Disekat di KM 31 Tambun Mulai Kamis Dini Hari, Antisipasi Pemudik Nekat

Agar tak muncul klaster baru, Tiwi meminta Satgas Covid-19 di tingkat kecamatan maupun tingkat desa terus berkoordinasi dengan pemerintahan desa dan kecamatan setempat.

Utamanya, untuk terus menyosialisasikan protokol kesehatan, khususnya di tempat-tempat ibadah, semisal masjid dan musala.

"Mudah-mudahan, dengan langkah-langkah yang sudah kita lakukan, angka Covid-19 setelah Hari Raya Idulfitri 1442H di Kabupaten Purbalingga tidak mengalami peningkatan yang signifikan," harapnya. (Tribunbanyumas/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved