Breaking News:

Lebaran 2021

Ingin Gelar Salat Idulfitri, Masjid dan Musala di Banyumas Harus Kantongi Izin dari Satgas Covid-19

Pemkab Banyumas mewajibkan masjid dan musala yang akan menggelar salat Idulfitri, mengantongi izin dari Satgas Covid kecamatan maupun kabupaten.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Petugas menyiapkan GOR Satria Purwokerto sebagai tempat karantina bagi pemudik, Senin (3/5/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas mewajibkan masjid dan musala yang akan menggelar salat Idulfitri, mengantongi izin dari Satgas Covid kecamatan maupun kabupaten.

Pemkab juga melarang takbir keliling sehari menjelang Lebaran.

"Salat Id diperbolehkan asalkan sudah mengantongi izin dari Satgas Covid kecamatan ataupun kabupaten," kata Bupati Banyumas Achmad Husein saat memimpin rapat koordinasi menjelang Idulfitri, secara virtual, Senin (3/5/2021).

Baca juga: Muncul Klaster Tarawih di Dua Desa, Bupati Banyumas: Kami Paham Karena Masyarakat Sudah Jenuh

Baca juga: Muncul 2 Klaster Tarawih di Banyumas: 51 Orang Positif Covid, Prokes di Masjid Diperketat

Baca juga: Data Sepekan Melalui Aplikasi Polisine Inyong: Sudah Ada 1.789 Pemudik Masuk Banyumas

Baca juga: Hasil Tracking Covid-19 Jemaah Salat Tarawih di Banyumas, Sedang Sakit Namun Berangkat ke Masjid

Husein mengatakan, pengetatan protokol kesehatan di masjid juga harus ditingkatkan.

Apalagi, belum lama ini, muncul klaster penularan virus SARS-CoV-2 di lingkungan tarawih di dua tempat berbeda.

Husein pun meminta, protokol kesehatan di masjid dan musala diperketat. Misalnya, tetap mewajibkan jemaah memakai masker, menjaga jarak, dan membawa sajadah secara mandiri.

Klaster tarawih ditemukan di di dua desa di dua Kecamatan, yakni di Desa Pekaja, Kecamatan Kalibagor, dan Desa Tanggeran, Kecamatan Somagede.

Di Pekaja, 44 orang dinyatakan positif Covid-19 sementara di Tanggeran, ada tujuh orang yang terpapar corona.

Dalam kesempatan tersebut, Husein juga meminta pejabat di lingkungan Pemkab Banyumas mencermati arus mudik Lebaran.

Dia meminta, petugas memastikan pemudik yang pulang kampung mulai 1-5 Mei, harus membawa hasil negatif swab antigen.

"Jika tidak, mereka harus swab antigen di puskesmas terdekat yang akan dibuka 24 jam. Bagi yang tidak mampu, bisa gratis dengan rekomendasi dari desa," katanya.

Baca juga: Jelang Lebaran, 144 Porter di 7 Stasiun Terima Bantuan Sembako dari PT KAI Daop 5 Purwokerto

Baca juga: Geram Lihat Ribuan Warga Berkerumun di Alun-alun saat Malam, Bupati Kudus Ancam Siapkan Water Cannon

Baca juga: Praktis Disiapkan untuk Menu Sahur, Ini Resep Sosis Goreng Saus Kari

Baca juga: Jumadi Berteriak Minta Tolong, Lihat Asap Keluar dari Rumah Tetangganya di Kutasari Purbalingga

Kemudian, bagi yang mampu, diwajibkan membayar swab secara mandiri dengan kisaran harga Rp 70 ribu-Rp 80 ribu.

Sementara, mulai 6-17 Mei 2021, masyarakat dilarang mudik.

Pihak Pemkab Banyumas akan memperketat protokol pengamanan.

"Jika ada pemudik yang tetap nekat, akan langsung dikarantina di Baturraden atau di GOR Satria Purwokerto, hingga kemudian menjalani swab," tuturnya. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved