Breaking News:

Berita Karanganyar

Pemuda Asal Magetan Ini Dijerat Pasal UU ITE, Ancam Sebar Foto Vulgar Remaja Putri Karanganyar

Seorang pemuda berinisial YAM (27), asal Magetan, terancam Undang-undang ITE usai mengancam akan menyebar foto vulgar milik seorang remaja 17 tahun.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/AGUS ISWADI
Satreskrim Polres Karanganyar menunjukkan barang bukti kasus UU ITE di Kantor Satreskrim Polres Karanganyar, Rabu (28/4/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Seorang pemuda berinisial YAM (27), asal Magetan, terancam Undang-undang ITE usai mengancam akan menyebar foto vulgar milik seorang remaja putri 17 tahun.

Kasus itu dilaporkan korban berinisial ADAP, asal Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, ke Polres Karanganyar, Minggu (11/4/2021).

Kasatreskrim Polres Karanganyar AKP Kresnawan Hussein menyampaikan, sejak kenalan di media sosial pada 2017, YAM dan ADAP belum pernah bertemu langsung.

Komunikasi keduanya, selama ini, hanya lewat media sosial. Selain saling mengirim pesan singkat, keduanya menjalin komunikasi melalui video call.

Akan tetapi, setelah korban berganti handphone, lanjutnya, keduanya tidak menjalin hubungan sejak 2019.

"Minggu (11/4/2021), korban dichat nomor yang mengaku sebagai tersangka. Dia menanyakan kenapa nomornya diblokir. Tersangka kemudian mengancam akan menyebarluaskan foto berisi bagian intim korban. Kalau tidak mau disebarluaskan, tersangka mengancam dengan menyerahkan uang Rp 1 juta atau berhubungan badan," katanya saat konferensi pers, Rabu (28/4/2021).

Baca juga: Takut Ketahuan, Pencuri di Karanganyar Simpan Perhiasan Emas Curian di Tepi Sungai. Beberapa Hanyut

Baca juga: Pria Warga Pacitan Ini Menyerahkan Diri ke Polres Karanganyar, Cari Kenalan Pakai Seragam Polisi

Baca juga: Hasil Patroli Balap Liar Selama 14 Hari di Karanganyar, Polisi Sita 10 Kendaraan di Dua Desa

Baca juga: Karanganyar Kembali Berzona Merah Covid-19, Purwati: Banyak Masyarakat Mulai Tidak Pakai Masker

Kepolisian lantas melakukan penyidikan untuk mencari tahu keberadaan pelaku setelah mendapatkan laporan tersebut. Akhirnya, pelaku diketahui berada di Magetan.

"Kami tangkap tanpa perlawanan di Magetan dan dipertemukan dengan korban, benar pelaku yang sering video call dengan korban," ucapnya.

Kasatreskrim Polres Karanganyar mengimbau kepada para remaja, jangan mudah menyebarluaskan atau mengirim foto diri kepada orang lewat media sosial.

Ini penting untuk mengantisipasi supaya tidak disalahgunakan oleh orang tidak bertanggung jawab.

Atas perbuatannya, pelaku diancam Pasal 45 ayat 1 jo Pasal 1 jo Pasal 52 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang RI Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dan/atau Pasal 37 jo Pasal ayat 1 huruf f undang-undang RI Nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi.

Baca juga: Pemuda di Rembang Purbalingga Diamankan saat Ambil Paket, Isinya 1000 Pil Hexymer yang Dibeli Online

Baca juga: Tak Ada Pos Penyekatan Pemudik di Kabupaten Semarang, Hanya Ada 14 Pos Pantau. Ini Fungsinya

Baca juga: Muncul 2 Klaster Tarawih di Banyumas: 51 Orang Positif Covid, Prokes di Masjid Diperketat

Baca juga: Kernet Truk di Kebumen Ditangkap Polisi, Jual Pil Hexymer Tanpa Resep Dokter

Dengan ancaman, penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

Saat ditanya, pelaku mengatakan, sebelumnya, korban meminta pulsa dengan nominal tertentu.

Akhirnya, pelaku bersedia mengirimkan pulsa ke nomor korban asalkan mau video call.

"Nominalnya, mulai Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved