Breaking News:

Berita Nasional

Mantan Bupati Kepulauan Talaud Ditetapkan Jadi Tersangka, Kasus Penerimaan Gratifikasi Proyek

Bupati Kepulauan Talaud periode 2014-2019, Sri Wahyumi Maria Manalip sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi gratifikasi proyek.

Editor: deni setiawan
Kompas.com / IRFAN KAMIL
Deputi Penindakan KPK, Karyoto dalam konferensi pers penetapan tersangka mantan Bupati Talaud. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - KPK menetapkan Bupati Kepulauan Talaud periode 2014-2019, Sri Wahyumi Maria Manalip sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi penerimaan gratifikasi oleh penyelenggara negara terkait proyek pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Kepulauan Talaud Periode 2014-2017.

"KPK telah menyelesaikan penyelidikan dengan mengumpulkan berbagai Informasi dan data sehingga telah dipenuhinya bukti permulaan yang cukup."

"Selanjutnya KPK meningkatkan perkara ini ke tahap penyidikan sejak September 2020."

"Yang kemudian menetapkan tersangka SWM (Sri Wahyumi Maria Manalip) sebagai tersangka," kata Deputi Penindakan KPK Karyoto seperti dilansir dari Kompas.com, Kamis (29/4/2021).

Baca juga: Jelang Lebaran, Wali Kota Tegal Imbau Warga di Perantauan Tak Mudik dan Tetap Waspada Covid-19

Baca juga: Muncul Klaster Covid-19 di Ponpes, Kemenag Kota Tegal: Berawal dari Seorang Santri Pulang ke Rumah

Baca juga: Praktik Esek-esek di Pemalang Tetap Buka saat Ramadan, Aini: Pintunya Saja yang Tutup, Layanan Jalan

Baca juga: Diingatkan Lagi, Tempat Pijat dan Karaoke di Pemalang Dilarang Beroperasi Hingga H+3 Lebaran

Karyoto mengatakan, selama proses penyidikan, KPK telah melakukan pemeriksaan 100 saksi dan telah dilakukan penyitaan berbagai dokumen dan barang elektronik yang terkait dengan perkara.

Perkara ini, merupakan pengembangan dari perkara dugaan korupsi suap lelang pekerjaan revitalisasi Pasar Lirung dan pekerjaan revitalisasi Pasar Beo pada 2019.

Yang kemudian menetapkan Sri Wahyumi Maria Manalip sebagai tersangka dan saat ini perkaranya telah berkekuatan hukum tetap.

Karyoto menyebut, secara waktu, perkara kedua ini lebih dulu dilakukan oleh Sri Wahyumi Maria Manalip.

"Perkara ini adalah kali kedua SWM (Sri Wahyumi Maria Manalip) ditetapkan sebagai tersangka," kata Karyoto.

"Pengembangan perkara ini adalah salah satu dari sekian banyak contoh perkara yang berasal dari kegiatan tangkap tangan," ucap dia.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved