Breaking News:

Berita Semarang

77 Dusun di Kabupaten Semarang Rawan Kekeringan, BPBD Siapkan Bantuan 163 Tanki Air Bersih

BPBD Kabupaten Semarang menyebutkan, sedikitnya 77 dusun di Bumi Serasi, masuk kedalam kategori rawan bencana kekeringan.

TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Bupati Semarang Ngesti Nugraha saat memimpin Apel Siaga Hari Kesiapsiagaan Bencana 2021, Senin (26/4/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang menyebutkan, sedikitnya 77 dusun di Bumi Serasi, masuk kedalam kategori rawan bencana kekeringan.

Kepala BPBD Kabupaten Semarang Heru Subroto mengatakan, wilayah kategori rawan kekeringan tersebut tersebar di 33 desa di 14 kecamatan, dari total keseluruhan 19 kecamatan.

"Guna mengurangi dampak kerugian akibat bencana, kami menggiatkan latihan atau simulasi. Sejalan dengan itu, BPBD telah menyiapkan personel dan peralatan," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (27/4/2021).

Baca juga: Cerita Nakes Kabupaten Semarang Bikin Lagu Religi, Ipung Purwadi Sedang Rindukan Bimbingan Tuhan

Baca juga: BPBD Kabupaten Semarang Libatkan Difabel dalam Mitigasi Bencana: Biar Siap saat Terjadi Bencana

Baca juga: DPRD Kabupaten Semarang: Kami Sudah Usulkan Insentif Khusus Awak Bus, Dampak Larangan Mudik

Baca juga: Lihat Ada Pengendara yang Melanggar di Kabupaten Semarang, Polisi Boleh Rekam Gunakan Handphone

Heru berharap, lewat sejumlah pelatihan mitigasi bencana dan evakuasi, dengan melibatkan komponen masyarakat, kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap bencana lebih meningkat.

Ia menambahkan, memasuki musim kemarau, bencana kebakaran dan kekeringan menjadi perhatian BPBD Kabupaten Semarang.

Beberapa daerah yang rentan mengalami kekeringan antara lain Kecamatan Kaliwungu, Pringapus, dan Bringin.

"Sebagai antisipasi, kami siapkan bantuan air bersih sebanyak 163 tanki berisi masing-masing 5.000 liter. Kuota itu bisa ditambah sesuai kebutuhan," katanya.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengaku, Pemerintah Kabupaten Semarang (Pemkab) Semarang telah menyiapkan anggaran serta bantuan menghadapi datangnya musim kemarau.

Dirinya menegaskan, penanganan bencana akan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan pihak-pihak terkait, misalnya mengajak perusahaan swasta.

"Sehingga, jika ada permintaan bantuan air bersih atau makanan, kita dapat bergerak cepat. Kami akan menyiapkan langkah-langkah strategis setelah BPBD selesai melakukan pemetaan," ujarnya. (*)

Baca juga: Uji Coba PTM Tahap Pertama di Jateng Diklaim Lancar, Gubernur Izinkan Sekolah Tambah Kelas

Baca juga: Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas saat Libur Lebaran, Dishub Banyumas Optimalkan 18 Kamera Pengawas

Baca juga: Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun, Ulama Kudus KH Syaroni Achmadi Berpulang

Baca juga: Ajak Warga Hidupkan Ibadah di Masjid, Bupati Cilacap: Tapi, Mengaji dan Belajar Kitab Harus Ada Guru

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved