Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Anak Anggota Panwas Desa Johorejo Kendal Terima Santunan Rp 24 Juta, Evi: Buat Biaya Berobat Ayah

Sebagai ahli waris, Evi mendapatkan dana santunan sebesar Rp 42 juta yang diberikan melalui Bawaslu Kabupaten Kendal, Kamis (15/4/2021).

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
Penyerahan santunan kematian oleh BPJS Ketenagakerjaan melalui Bawaslu Kabupaten Kendal kepada Evi Budiah Ningsih setelah ibundanya meninggal saat bertugas menjadi Panwaslu Pilkada 2020, Kamis (15/4/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Evi Budiah Ningsih, warga Desa Johorejo, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal mendapatkan klaim santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan atas meninggalnya ibundanya, almarhumah Puji Astuti saat bertugas sebagai Panwaslu pada Pilkada 2020.

Sebagai ahli waris, Evi mendapatkan dana santunan sebesar Rp 42 juta yang diberikan melalui Bawaslu Kabupaten Kendal, Kamis (15/4/2021).

Baca juga: Paling Lambat Akhir April di Kendal, Seribu Guru Disuntik Vaksin, Persiapan Uji Coba PTM Tahap Kedua

Baca juga: Disdikbud Sudah Disiapkan 11 Sekolah Tambahan, Evaluasi Uji Coba PTM Selama Dua Pekan di Kendal

Baca juga: Akhir Pekan Ini Pasar Darurat Srogo Kendal Mulai Difungsikan, Nasib Pedagang Lesehan Belum Jelas

Baca juga: Teror Pecah Kaca Truk Masih Jadi Misteri di Kendal, Tim Khusus Masih Menyisir Cari Pelaku

Evi bersyukur karena Bawaslu telah membuktikan komitmennya dalam memenuhi hak-hak petugasnya yang terlibat membantu pengawasan dalam Pilkada.

Dengan bantuan santunan itu, ia akan mempergunakannya untuk berobat ayahanda atau suami almarhumah ibunya yang sedang mengalami sakit stroke.

"Alhamdulillah, bantuan ini semoga nanti bermanfaat untuk membantu keluarga kami ke depan," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (15/4/2021).

Ketua Bawaslu Kabupaten Kendal, Odilia Amy Wardayani mengatakan, klaim santunan kematian diberikan langsung kepada anak almarhumah agar bisa dimanfaatkan secara baik. 

Katanya, dana Rp 42 juta diberikan setelah petugasnya Puji Astuti meninggal dalam tugas menjadi pengawas desa. 

Diketahui, Puji Astuti turut serta membantu Bawaslu dalam mengawasi jalannya Pilkada Serentak 2020 di Desa Johorejo.

Saat menjalankan tugas, Puji sakit hingga dirawat di rumah sakit dan meninggal. 

"Kami komitmen dan peduli terhadap semua jajaran di Bawaslu dari tingkat panwascam, pengawas desa, hingga pengawas TPS," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (15/4/2021). 

Kabid Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Semarang, Diky Hardianto mengatakan, santunan kematian Rp 42 juta diberikan kepada ahli waris yang meninggal berkategori sakit bukan kecelakaan kerja. 

Ia berharap, santunan tersebut bisa gunakan sebaik mungkin oleh ahli waris sebagai penerima dana santunan. 

"Kami awalnya menerima laporan dari Bawaslu, kemudian dipastikan ahli warisnya beserta data pendukung."

"Setelah itu bisa diproses agar bisa dicairkan," terangnya. (Saiful Ma'sum)

Baca juga: Alhamdulillah Tahun Ini Mulai Ada Orderan, Usaha Kerajinan Bedug Sempat Mati Suri di Banyumas

Baca juga: Bantuan Sosial Tunai Rp 600 Ribu di Banyumas Cair, Bupati Prediksi Pusat Perbelanjaan Bakal Ramai

Baca juga: Begini Suasana Pasar Takjil di Taman Makam Pahlawan Purwokerto, Bupati: Asal Mereka Patuh Prokes

Baca juga: Tak Perlu ke PN Purwokerto, Warga Banyumas Bisa Urus Keterangan Bebas Pidana di Desa Lewat Eraterang

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved