Breaking News:

Berita Banyumas

Alhamdulillah, Pesanan Bedug di Kedungbanteng Banyumas Mulai Meningkat. Tahun Lalu Berhenti Produksi

Permintaan beduk buatan warga Desa Keniten, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mulai meningkat.

KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN
Perajin bedug di Desa Keniten, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengerjakan pesanan bedug yang mulai meningkat memasuki Ramadan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Permintaan beduk buatan warga Desa Keniten, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mulai meningkat.

Meski tak sebanyak biasanya, permintaan beduk tahun ini patut disyukuri dibanding tahun lalu yang sama sekali tidak memproduksi, akibat pandemi Covid-19.

"Tahun kemarin, berhenti total karena pandemi. Cuma ada order satu, menjelang Lebaran. Tidak ada order dari masjid karena tidak ada tarawih di masjid," kata perajin beduk, Taufik Amin, saat ditemui di rumahnya, baru-baru ini.

Baca juga: Bupati Achmad Husein: Pekan Depan Tambah 15 Sekolah Penyelenggara PTM di Banyumas

Baca juga: JADWAL Buka Puasa Hari Pertama Ramadan di Banyumas, 13 April 2021

Baca juga: Masjid di Banyumas Disemprot Disinfektan, Antisipasi Penyebaran Virus Selama Salat Tarawih Ramadan

Baca juga: Pelaku Bawa Kabur Pelajar Asal Rawalo Banyumas, Pulang Setelah 22 Hari Puas Disetubuhi

Taufik bersama para pekerjanya baru memulai kembali menjalankan usahanya sejak tiga bulan terakhir.

"Alhamdulillah, tahun ini ada peningkatan pemesanan beduk. Tapi, karena masih pandemi, peningkatan baru 50 persen dari biasanya," ujar Taufik.

Menurut Taufik, sejak menjelang Ramadhan, setiap hari, rata-rata dapat menyelesaikan dua hingga tiga buah beduk ukuran kecil.

"Biasanya, pemesanan banyak itu sepekan awal Ramadan. Kemudian, ramai lagi saat memasuki tanggal 21 Ramadan sampai Lebaran," kata Taufik.

Pada momentum itu, Taufik biasanya menambah jumlah pekerja yang saat ini hanya lima orang.

Pemesan beduk buatan Taufik datang dari wilayah Kabupaten Purbalingga, Cilacap, Brebes, hingga Jakarta.

Soal harga, kata Taufik, tergantung dari ukurannya.

Ukuran yang disediakan yaitu berdiameter 40 cm, 60 cm, 1 meter, hingga 1,5 meter.

"Harganya mulai dari Rp 2 juta sampai yang paling besar pernah buat dengan harga Rp 45 juta," ujar Taufik.

Baca juga: Bingung Siapkan Menu Takjil? Buat Saja Es Blewah Kolang-kaling. Ini Resepnya

Baca juga: Terpeleset saat Cuci Kaki di Tepi Sungai Comal Pemalang, Seorang Pelajar Hilang Tenggelam

Baca juga: Hindari Serudukan, Honda Brio Malah Ringsek Tabrak Mobil Lain di Tol Batang-Semarang di Kendal

Baca juga: 5 Berita Populer: Bupati Kudus Tancap Gas Tata Birokrasi-Daun Kelor Bisa Jadi Obat Antikanker Mulut

Taufik mengatakan, beduk buatannya menggunakan bahan kayu trembesi. Sedangkan untuk kulitnya, menggunakan kulit sapi atau domba.

"Beduk buatan kami bisa bertahan 15 tahun," kata Taufik. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Geliat Perajin Beduk di Banyumas Mencoba Mendulang Omzet Saat Ramadhan".

Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved