Breaking News:

Berita Nasional

Pegawai KPK Curi Emas 1,9 Kg Barang Bukti Kasus Korupsi, Digadaikan Rp 900 Juta untuk Bayar Utang

Seorang pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berinisial IGAS, terbukti mencuri emas 1,9 kilogram.

Editor: rika irawati
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Ketua Dewan Pengawas KPK Tumpak Panggabean. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Seorang pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berinisial IGAS, terbukti mencuri emas 1,9 kilogram. Emas tersebut merupakan barang bukti perkara korupsi yang ditangani KPK.

IGAS merupakan anggota Satuan Tugas pada Direktorat Pengelolaan Barang Bukti dan Eksekusi (Labuksi) KPK.

Ketua Dewan Pengawas KPK Tumpak Panggabean menyebut, emas yang dicuri oleh IGAS kemudian digadaikan seharga Rp 900 juta.

"Bentuknya adalah emas batangan, kalau ditotal semua jumlahnya adalah 1.900 gram, jadi 2 kilo kurang 100 gram," kata Tumpak dalam konferensi pers, Kamis (8/4/2021).

"Hasil yang diperoleh dari menggadaikan barang, yakni 900 juta," ucap Tumpak.

Baca juga: KPK Sidik Dugaan Suap Pajak: Pegawai Kemenkeu Dikabarkan Terima Puluhan Miliar dari Wajib Pajak

Baca juga: KPK Bakal Tentukan Status Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Malam Ini

Baca juga: Pemkot Semarang Bangun 6 Embung Resapan di Muktiharjo Kidul, Ini Manfaatnya saat Hujan

Baca juga: Diharapkan Jadi Pengusaha Tempe, Warga Binaan Lapas Banjarnegara Dapat Pelatihan dari Baznas

Adapun emas yang dicuri tersebut merupakan barang rampasan perkara korupsi atas nama Yaya Purnomo, mantan Pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Tumpak mengatakan, IGAS diduga mengambil emas batangan itu dan digadaikan untuk pembayaran utang.

Ia menyebut, IGAS memiliki utang cukup banyak akibat berbisnis.

"Sebagian dari barang yang sudah diambil ini yang dikategorikan sebagai pencurian atau setidaknya penggelapan ini digadaikan oleh yang bersangkutan karena yang bersangkutan memerlukan sejumlah dana untuk pembayaran utang-utangnya," kata Tumpak.

"Cukup banyak utangnya karena yang bersangkutan ini terlibat dalam satu bisnis yang tidak jelas, forex (foreign exchange market) itu," ucap dia.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved