Breaking News:

Berita Kriminal Hari Ini

Pemilik Warung Kopi Ini Ditangkap Polisi, Terlibat Kasus Prostitusi: Saya Cuma Pungut Rp 15.000

Sehari-hari dia buka warung kopi berdinding bilik bambu yang terletak di antara Sungai Brantas dan hutan jati milik Perhutani di wilayah Blitar.

independent.co.uk
ILUSTRASI kasus prostitusi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BLITAR - Polres Blitar menangkap seorang pria berusia 39 tahun atas sangkaan sebagai penyedia layanan prostitusi.

Pelaku yang berinisial WD itu menolak disebut sebagai mucikari yang menyediakan jasa layanan seks.

"Saya hanya menyediakan tempat, kamar."

"Dan saya hanya memungut Rp 15.000 untuk sewa kamar sekali main," ujar WD seperti dilansir dari Kompas.com, Senin (5/4/2021).

Baca juga: Amanda Manopo Akui Paling Ribet Soal Wangi, Pemeran Andin di Sinetron Ikatan Cinta Punya 200 Parfum

Baca juga: Penggerebekan di Sukabumi, Ibu Rumah Tangga dan Balita Dibawa Densus 88 Antiteror Mabes Polri

Baca juga: Menaker Ida Fauziyah: Kebijakan THR Lebaran 2021 Masih Dibahas

Baca juga: Jalan Kampung Menuju Masjid Dipenuhi Lampu Hias, Cara Warga Karanganyar Sambut Ramadan

WD mengatakan, sehari-hari dia buka warung kopi berdinding bilik bambu yang terletak di antara Sungai Brantas dan hutan jati milik Perhutani di wilayah Blitar bagian selatan.

Lokasinya masuk di Kelurahan Jegu, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, tapi cukup jauh dari permukiman penduduk.

Di warung kopi miliknya, ujar WD, biasanya mangkal dua hingga empat perempuan yang menyediakan jasa layanan seks.

"Tarif mereka Rp 100.000 sekali main, saya dikasih Rp 15.000."

"Itu uang sewa kamar di warung kopi saya," ujar dia.

WD tidak ikut menjajakan jasa yang ditawarkan para perempuan yang dia sebut sebagai para janda dari tetangga desanya itu.

Halaman
123
Editor: deni setiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved