Breaking News:

Berita Banyumas

Cerita Siswi SMP Negeri 9 Purwokerto Ikuti Uji Coba PTM, Monita: Senang Akhirnya Bisa Ketemu Teman

Simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) di Jawa Tengah serentak dilaksanakan mulai hari ini, Senin (5/4/2021).

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati

Asisten Pemerintah dan Kesra Setda Banyumas, Didi Rudwiyanto mengatakan, kunci utama uji coba pembelajaran tatap muka ini adalah izin orangtua.

"Orangtua harus memastikan anak sehat, sanggup mengantar jemput anak, kalau dekat naik sepeda gak papa. Kemudian, tidak boleh jajan di luar," ungkapnya.

Satgas Covid-19, menurutnya, harus terus memantau pelaksanaan simulasi ini. Pihak sekolah juga wajib mempersiapkan fasilitas kesehatan UKS secara maksimal.

"Jika lancar, akan kami evaluasi dan baru nanti laporan ke gubernur untuk menambah. Banyak sekolah di Banyumas yang siap," tambahnya.

Didi mengatakan, saat ini, uji coba sekolah tatap muka di Purwokerto berlangsung di sejumlah sekolah. Selain SMP Negeri 9 Purwokerto, uji coba juga dilakukan di SMP Negeri 6 Purwokerto, SD Negeri Sokanegera, dan SMA Negeri 2 Purwokerto.

Baca juga: Vaksinasi di Kudus Belum Menyentuh Siswa, Fatimah Tak Izinkan Anaknya Ikut Uji Coba PTM

Baca juga: Minggir saat Berpapasan dengan Mobil Lain, Mobil Keluarga Sutarno Berakhir Jatuh ke Sungai di Sragen

Baca juga: Tiga Pejabat di Polres Blora Diganti, Ada Kapolsek hingga Wakapolres. Begini Pesan Kapolres

Baca juga: 5 Berita Populer: Polisi Tangkap Pembacok di Lajer Kebumen-Densus 88 Tangkap Teroris di Semarang

Diharapkan, para siswa juga menjadi agen perubahan di rumahnya dan protokol kesehatan harus tetap dijalankan.

Salah satu siswi SMP Negeri 9 Purwokerto, kelas 7 A, Monita Eksi Prabowati, mengaku sangat antusias mengikuti uji coba sekolah tatap muka.

"Senang sekali bertemu dengan teman-teman. Karena kita belum pernah ke sekolah dan baru bisa ketemu hari ini. Senang, intinya, gak papa pakai masker karena demi kebaikan," katanya.

Berdasarkan pengalaman mengikuti pembelajaran daring, Monita mengaku kurang senang.

"Kalau daring, kurang asik, sinyal juga susah, dan lebih suka ke sekolah. Saya juga berangkat sama orangtua, nanti pulang di jemput," tuturnya. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved