Breaking News:

Mudik Lebaran 2021

Organda Kabupaten Semarang Minta Pemerintah Beri BLT sebagai Kompensasi Larangan Mudik Lebaran

Organda Kabupaten Semarang meminta pemerintah memberikan Bantuan Langsung Tunai sebagai kompensasi atas larangan mudik Lebaran.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Ketua Organda Kabupaten Semarang Hadi Mustofa saat berdialog dengan sopir bus PO Safari di Terminal Bawen, baru-baru ini. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Semarang berharap, pemerintah memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagai kompensasi atas larangan mudik Lebaran 2021.

Ketua Organda Kabupaten Semarang Hadi Mustofa mengatakan, secara keorganisasian, permohonan agar ada insentif kepada pekerja transportasi telah diajukan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang.

"Total, sopir dan kernet maupun anggota Organda Kabupaten Semarang berjumlah 4.000 orang. Kami meminta pemerintah memikirkan nasib kami yang terdampak kebijakan larangan mudik saat Lebaran nanti," terangnya saat dihubungi Tribunbanyumas.com, Kamis (1/4/2021).

Baca juga: 75% Pengusaha Bus Terdampak Pandemi, Pemilik PO Haryanto Minta Larangan Mudik Ditinjau Ulang

Baca juga: Jateng Siapkan Tempat Isolasi Bagi Warga yang Nekat Mudik, Ini Penjelasan Gubernur Ganjar

Baca juga: 15 Rumah di Bedono Kabupaten Semarang Rusak Akibat Longsor, Dipicu Hujan Deras 3,5 Jam

Baca juga: Dispar Kabupaten Semarang Andalkan Candi Gedongsongo dan Bukit Cinta, Target 3 Juta Pengunjung

Menurutnya, mudik merupakan momen bagi pelaku usaha dan pekerja moda transportasi umum, mencari rezeki.

Karenanya, jika mudik dilarang, organda berharap, pemerintah memikirkan nasib mereka yang tidak bisa bekerja akibat larangan mudik.

Ia menambahkan, Organda mendukung kebijakan larangan mudik demi mencegah penularan Covid-19. Hanya saja, lanjut Mustofa, masyarakat terdampak juga harus dipikirkan secara bijak.

"Dengan adanya kebijakan larangan mudik, banyak pekerja transportasi umum yang menganggur. Padahal, saat Lebaran, tentunya banyak kebutuhan yang harus dipenuhi. Saya berharap, pemerintah bisa memberikan bantuan kepada mereka," katanya.

Baca juga: Pemerintah Tolak Demokrat KLB, Demokrat Jateng: Terima Kasih Pemerintah, Sudah Berlaku Adil

Baca juga: Kecelakaan Maut Kembali Terjadi di Kertek Wonosobo, Truk Ekspedisi Alami Rem Blong, Satu Tewas

Baca juga: Pendataan Keluarga di Purbalingga Mulai 1 April 2021, Libatkan 1.653 Kader

Baca juga: Ada Tiga Luka di Tubuh Agus, Ditusuk Sesama Anak Punk di Mejabung Kota Tegal, Begini Kronologinya

MUstofa mengungkapkan, menyangkut larangan mudik, pemerintah diharap tidak tebang pilih dalam membatasi operasional moda transportasi umum pada saat mudik Lebaran nanti.

Dia menegaskan, seluruh moda transportasi umum, mulai dari travel, bus, kereta api, hingga pesawat udara, harus berhenti beroperasional selama mudik Lebaran.

"Jika yang dilarang hanya travel, bus, mobil pribadi, tentunya larangan mudik yang tujuannya untuk mencegah penularan Covid-19 akan tidak maksimal. Sebab, para perantau masih bisa mudik dengan menggunakan kereta api atau pesawat terbang," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved