Breaking News:

Berita Kriminal

Cari Korban di Mal di Kota Semarang, 4 Pelaku Gendam Gasak Uang Rp 90 Juta. Ditangkap saat Karaoke

Unit Resmob Polrestabes Semarang menangkap empat pelaku gendam yang beraksi di pusat perbelanjaan.

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/HERMAWAN HANDAKA
Anggota Polrestabes Semarang menunjukkan empat pelaku gendam di Kota Semarang, dalam gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Selasa (30/3/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Unit Resmob Polrestabes Semarang menangkap empat pelaku gendam yang beraksi di pusat perbelanjaan.

Komplotan ini menggunakan modus menerawang kondisi kesehatan korban sebelum akhirnya menggasak harta benda mereka.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Indra Mardiana menuturkan, ada enam pelaku dalam kasus ini. Namun, dua di antaranya masih buron.

Dalam gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Selasa (30/3/2021), empat tersangka yang ditangkap yakni Andreas Pomi asal Bengkulu, Rio Herlambang asal Kabupaten Tangerang, Hermansyah asal Palembang, dan Hendrik asal Palembang.

"Ada dua tempat kejadian perkara (TKP) di swalayan di Jalan Siliwangi dan di mal di Jalan Pemuda. Totalnya enam pelaku di dua TKP tersebut," ujar Indra saat gelar perkara didampingi Kanit Resmob Polrestabes Semarang, Iptu Reza Arif Hadafi.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Semarang Capai 100 Ribu Orang, Tetap Digelar saat Ramadan

Baca juga: Danny Bersujud Syukur, Motornya Kini Telah Kembali, Sempat Hilang Dicuri di Tembalang Semarang

Baca juga: Cium Bau Tak Sedap 5 Hari Terakhir, Warga Karang Kidul Semarang Kaget Temukan Sumardi Tewas di Kamar

Baca juga: Alami Luka Bakar, Seorang Tukang Bangunan Kesetrum saat Bongkar Plafon Rumah di Bulustalan Semarang

Dalam kejadian ini, ada dua korban yang terkena gendam. Mereka adalah Cahyani Wulandari, warga Kembangarum; dan Fauziah Nurfiqih, pegawai Pemerintah Kota Semarang.

Indra menjelaskan aksi tipu muslihat yang dilakukan pelaku yakni mendatangi korban yang keduanya perempuan. Saat ngobrol, pelaku menerawang kondisi kesehatan korban dan mengatakan yang bersangkutan mempunyai penyakit.

"Bujuk rayu yang dilakukan tersangka dapat meluluhkan korban," ujar dia.

Korban kemudian menyerahkan kartu ATM beserta PIN karena diwajibkan memberikan sumbangan kepada pelaku sebesar Rp 100 ribu. Uang sumbangan dari korban diambil sendiri oleh pelaku.

Namun, bukan hanya uang Rp 100 ribu yang diambil, pelaku malah menggasak seluruh uang milik korban yang ada di rekening tersebut.

Pada TKP pertama, korban mengalami kerugian Rp 52 juta dan di TKP kedua, korban mengalami kerugian Rp 38,5 juta.

"Korban melaporkan hal tersebut ke Polrestabes Semarang," imbuhnya.

Indra menjelaskan, para tersangka ditangkap di wilayah Salatiga dan Klaten pada Selasa (16/3/2021), dua pekan lalu.

Tiga tersangka, yakni Andreas, Rio, dan Hermasyah, ditangkap saat sedang karaoke di Kopeng. Sementara satu tersangka, ditangkap di Kabupaten Klaten.

"Pengakuan para tersangka, baru dua kali melakukan aksi kejahatan tersebut. Kami menilai, para pelaku ini telah lihai melakukan aksi tipu daya tersebut," tuturnya.

Baca juga: Dipastikan Juli 2021, Anak-anak Sudah Bisa Bersekolah Lagi, Hasil Keputusan SKB Empat Menteri

Baca juga: Breaking News! PSIS Semarang Juara Grup A Piala Menpora 2021, Urutan Kedua Barito Putera

Baca juga: Kisah Bocah Penderita Hidrosefalus di Kebondalem Banjarnegara, Dwi Aryanto Juga Kekurangan Gizi

Baca juga: Dua Perusahaan Ini Bantu Alat Swab Antigen, Pemkab Pemalang Terima 300 Unit

Lanjut Kasatreskrim, para pelaku melakukan aksinya secara stasioner di beberapa lokasi selama dua bulan. Mereka membidik korban di pusat perbelajaan.

"Untuk mengelabuhi korban, mereka menggunakan sarana telur. Tersangka sebelumnya memasukkan benda berupa jarum maupun rambut ke telur. Hal ini bertujuan agar korban percaya saat telur dipecah terdapat jarum maupun rambut merupakan aura buruk atau hal gaib," terangnya.

Ia menuturkan barang bukti yang disita dari tangan pelaku yakni uang tunai hasil kejahatan sebesar Rp 5,5 juta, satu unit mobil Terios untuk sarana kejahatan, tiga jam tangan, dan dompet.

Tidak hanya itu, polisi menyita 17 kartu ATM bukan milik para pelaku.

"Para pelaku dijerat Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara," ujarnya.

Sementara itu, korban gendam, Wulan, menuturkan, awalnya pelaku menawarinya pusaka untuk membantu menyembuhkan dari hal gaib.

Dirinya diyakinkan oleh para pelaku bahwa terdapat hal gaib mengikuti. Ini dibuktikan lewat media telur.

"Kata pelaku, saya dibersihkan dari hal gaib. Kemudian, pelaku meminta kartu ATM dengan alasan untuk memberikan sumbangan," ujarnya.

Dia percaya atas sugesti yang dilontarkan pelaku. Saat itu, dirinya dalam keadaan sadar.

"Menurut mereka, ada yang tidak suka dengan saya. Aura saya katanya gelap dan mau dibersihkan," tutur dia.

Senada, korban lain, Fiqih juga mengaku didekati pelaku karena akan dibersihkan dari hal gaib.

"Kasusnya sama dengan sebelumnya. Pembuktiannya juga pakai telur," imbuh dia. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved