Breaking News:

Berita Banjarnegara Hari Ini

Kisah Bocah Penderita Hidrosefalus di Kebondalem Banjarnegara, Dwi Aryanto Juga Kekurangan Gizi

Pada usia yang masih beliau, Dwi Aryanto dioperasi melalui penyedotan cairan di kepalanya. 

Penulis: khoirul muzaki
Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/KHOIRUL MUZAKKI
Dwi Aryanto penderita Hidrosefalus sekaligus kekurangan gizi dirawat ibunya di Desa Kebondalem, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, Selasa (30/3/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Dwi Aryanto (9), bocah penderita Hidrosefalus asal RT 02 RW 05 Desa Kebondalem, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara ini terlihat tak berdaya di pembaringan. 

Bola matanya melirik kanan dan ke kiri seolah ingin mengajak orang di sekitarnya bercerita perihal kondisinya. 

Baca juga: Senyum Rahma, Gadis Pelukis Banjarnegara dapat Bantuan Kursi Roda dan Pijatan Alternatif setiap Hari

Baca juga: Politeknik Banjarnegara Beri Peluang Siswa SMA Belajar Agro Industri di Kampus, Siap ke Dunia Kerja

Baca juga: Sembilan Pasangan Seketika Panik Saat Polisi Datang, Bukan Pasutri Lagi Ngamar di Banjarnegara

Baca juga: Warga Pesangkalan Banjarnegara Sulap Batu Jadi Objek Wisata, Namanya Watu Desel

Anak kedua Atimanisem (38) ini hanya bisa tergolek lemah.

Tubuhnya kurus, hanya tampak tulang terbungkus kulit.

Sesekali dia dibopong ke halaman rumah oleh orangtuanya agar anak itu terpapar cahaya matahari. 

Rupanya derita anak malang itu sudah berlangsung sejak lama.

Atimanisem bercerita, saat bayi anaknya beberapa kali mengalami kejang.

Di usia dua bulan, kepala anak itu membesar berisi cairan.

Pada usia yang masih beliau tersebut, Dwi Aryanto dioperasi melalui penyedotan cairan di kepalanya. 

"Ya umur dua bulan sudah pernah diambil cairannya dan dipasang selang."

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved