Berita Kudus

PKL Mulai Tempati Kudus City Walk Sore Ini, Kepala Disdag: Jangan Buang Sampah ke Selokan

Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Pekojan mulai menempati Kudus City Walk, di Jalan Sunan Kudus, Jumat (26/3/2021) sore.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/RAKA F PUJANGGA
Kepala Dinas Pedagangan Kudus Sudiharti (tengah) didampingi Kepala Diskominfo Kudus Kholid Seif (ketiga dari kiri), saat melakukan jumpa pers terkait mulai dibukanya Kudus City Walk bagi PKL di Jalan Sunan Kudus, Jumat (26/3/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Pekojan mulai menempati Kudus City Walk, di Jalan Sunan Kudus, Jumat (26/3/2021) sore.

Kepala Dinas Pedagangan Kudus Sudiharti mengingatkan pedagang agar tak membuang sampah di selokan yang bisa menyumbat pembuangan air.

"‎Ada tulang atau duri bekas makanan, harus disaring, dimasukkan ke dalam kantong plastik. Jangan dibuang ke dalam selokan," ujarnya.

Baca juga: Cegah Konflik Sosial, Plt Bupati Kudus Ajak Aparat dan Warga Ikut Lakukan Deteksi Dini

Baca juga: Batal Digelar di 9 SD, Kegiatan Sekolah Tatap Muka di Kudus Hanya Berlangsung di 4 SMP dan SMA

Baca juga: Tilang Elektronik di Kudus Resmi Diluncurkan, Ini Lokasi Kamera Pengawas Pelanggaran Lalu Lintas

Baca juga: Vaksinasi Guru di Kudus Dimulai, Prioritas untuk Pendidik di Sekolah Penyelenggara PTM Awal April

Sudiharti menjelaskan, ‎pedagang harus mau ikut menjaga kebersihan di lingkungan jalan tersebut.

Sehingga, harapannya, warga dan para pengguna jalan trotoar‎ tidak terganggu.

"‎Kalau tempatnya bersih, pengunjungnya juga nyaman makan di sana," ujar dia.

Jika tak mau menjaga ketertiban dan kebersihan, Sudiharti tak segan menggusur para PKL.

"‎Kalau nggak mau ikut menjaga, ya sudah, saya tutup saja. Sudah diberi tempat gratis, di tengah kota, masak nggak mau merawat," jelas dia.

Saat ini, jumlah pedagang yang berjualan malam hari hanya tersisa satu slot yang masih kosong, atau terisi 59 pedagang.

Sedangkan untuk pedagang kaki lima pada pagi hari, ‎baru terisi 45 pedagang dan masih proses seleksi.

"Untuk pedagang pagi, ada juga yang jual makanan, tapi semacam makanan oleh-oleh begitu," ujar dia.

‎Sementara itu, Kepala Diskominfo Kudus Kholid Seif berharap, keberadaan PKL bisa membuat tampilan Kudus City Walk tetap menarik.

Misalnya, setiap pedagang dapat memakai seragam dan menata meja agar terlihat menarik.

"Termasuk, sampah sisa masakan juga ditaruh di belakang agar tidak kelihatan pengunjung, nggak enak juga," jelas dia.

Baca juga: Cium Bau Tak Sedap 5 Hari Terakhir, Warga Karang Kidul Semarang Kaget Temukan Sumardi Tewas di Kamar

Baca juga: 2 Honda Beat Adu Banteng di Bobotsari Purbalingga. Pengendara Terpental, Satu Meninggal

Baca juga: Pemkab Sragen Mulai Gelar CFD 4 April. Tak Ada Senam, Hanya untuk Jual Beli Produk UMKM

Baca juga: Filipina Kerahkan Kapal Perang, Halau Ratusan Kapal China Dekati Wilayah Sengketa Laut China Selatan

Dengan dibukanya kembali tempat PKL‎ untuk berjualan di Jalan Sunan Kudus, diharapkan kondisi ekonomi pedagang pascapandemi Covid-19 kembali pulih.

Setidaknya, selama tujuh bulan terakhir, banyak pedagang yang kesulitan memperoleh pendapatan.

"Mudah-mudahan, setelah ini bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, apalagi kondisi tempatnya saat ini lebih memadai," ujar dia.

Kholid juga mengusulkan agar ada tempat khusus untuk pengamen. Sehingga, pedagang yang menikmati makanan tidak terganggu dengan kehadiran ‎pengamen.

"‎Ke depannya, kalau ada pengamen, tidak langsung meminta uang ke pengunjung. Diberi kotak di depan jadi nggak mengganggu kalau makan," ujar dia. (Raka F Pujangga)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved