Breaking News:

Berita Purbalingga

Alasan Kemanusiaan, Kejari Purbalingga Beri Bantuan Sembako dan Psikologi ke Keluarga Bocah Dirantai

Kepala Seksi Intelijen Kajari Purbalingga Indra Gunawan mengatakan, bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga anak tersebut.

TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Kepala Seksi Intelijen Kajari Purbalingga Indra Gunawan menyerahkan bantuan sosial berupa sembako kepada anak yang sempat dirantai oleh orangtuanya, Rabu (24/3/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Purbalingga bersama sejumlah pegawai BUMD di Purbalingga, memberikan bantuan sosial berupa sembako kepada anak yang sempat dirantai orangtuanya, MNA (7), Rabu (24/3/2021).

Kepala Seksi Intelijen Kajari Purbalingga Indra Gunawan mengatakan, bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga anak tersebut.

"Intinya adalah untuk membantu meringankan beban keluarga. Kemudian, kami juga mengirimkan psikolog dari RS Goeteng untuk mengobati trauma psikis yang dialami anak tersebut," ujar Indra kepada Tribunbanyumas.com.

Baca juga: Anak Dirantai Orangtua di Purbalingga, Ini Faktanya hingga Kapolres dan Bupati Turun Tangan

Baca juga: Jangan Berani Langgar Lalu Lintas di Simpang Empat Sirongge Purbalingga, Ada CCTV Tilang Elektronik

Baca juga: 4 Pejabat Diperiksa terkait Dugaan Korupsi Anggaran Kecamatan Purbalingga Rp 334 Juta

Baca juga: Serahkan LKPJ 2020 ke DPRD, Bupati Purbalingga Klaim Kesejahteraan Warga Meningkat

Ia mengatakan, Kejari sebetulnya tidak hanya menangani penindakan hukum tetapi juga turut membantu hal-hal terkait kemanusiaan.

"Mudah-mudahan, trauma si anak hilang dan keluarga juga akan di konseling. Lewat konseling ini, setidaknya menjadi bekal menata masa depan yang lebih baik," tuturnya.

Sementara itu, direktur utama BKK Purbalingga Supriono menambahkan, bakti sosial ini merupakan inisiatif Kejari Purbalingga.

"Kami juga tersentuh untuk meringankan. Ini adalah inisiatif dari Kejaksaan dan bagus juga untuk hal-hal lain yang berkaitan dengan kemanusiaan," jelasnya.

Sementara itu, orangtua MNA, WM (25), mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan.

"Alhamdulillah, bersyukur, sekarang sudah normal-normal saja. Tetapi, dia memang anaknya aktif dan tidak ada masalah apa-apa saat ini," ucapnya.

Baca juga: Pembahasan Alot sejak 2017, Revisi Perda RTRW Cilacap Akhirnya Disahkan. Poin Utama Soal Investasi

Baca juga: Cegah Konflik Sosial, Plt Bupati Kudus Ajak Aparat dan Warga Ikut Lakukan Deteksi Dini

Baca juga: Komisi A DPRD Jateng Minta Polisi Giatkan Sosialisasi terkait Penerapan Tilang Elektronik

Baca juga: Pemerintah Resmikan Gudang Sistem Resi Gudang Bawang Merah di Brebes, Ini Manfaatnya

Meskipun demikian, ia bersama anaknya itu belum pindah ke rumahnya di Kecamatan Kalimanah. Mereka masih tinggal di rumah orangtua WM di Desa Patemon, Kecamatan Bojongsari.

Sementara itu, suami WM, masih dalam proses pemeriksaan dan belum jelas apakah kasus tersebut akan dilanjutkan ke ranah hukum atau tidak.

"Harapannya, pengin cepat selesai dan tidak usah sampai ke pengadilan. Kadang, memang si anak menanyakan kapan bapak pulang dan tahu kalau sedang diproses di kepolisian," tuturnya. (Tribunbanyumas/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved