Breaking News:

Berita Semarang

Dari Budi Daya Porang, Petani di Kadirejo Kabupaten Semarang Bisa Raih Omzet Rp 800 Juta Per Tahun

Tanaman Porang tak hanya kaya glukomannan dan serat tetapi juga memiliki nilai ekonomi tinggi. Ini yang membuat petani di Kabupaten Semarang menanam.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Tanaman Porang yang dibudidayakan Sudadi, petani di Desa Kadirejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, Selasa (23/3/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Tanaman Porang atau sejenis umbi-umbian dari spesies Amorphophallus Muelleri Blume yang banyak ditemukan tumbuh liar di lahan kosong dan lembab, selama ini dianggap tidak memiliki manfaat.

Padahal, tanaman Porang memiliki nilai ekonomi tinggi. Juga, kaya manfaat karena mengandung banyak glukomannan, sebuah zat gula kompleks, serta memiliki serat larut dari ekstrak akarnya.

Seorang petani Porang asal Desa Kadirejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, Sudadi, telah membuktikan.

Bahkan, menurutnya, dibandingkan menanam padi, keuntungan dari menanam Porang lebih tinggi.

Baca juga: 10.740 Lansia Sudah Disuntik Vaksin, Jadi Target Prioritas Sasaran Dinkes Kabupaten Semarang

Baca juga: Tabrakan Beruntun di Bawen Kabupaten Semarang, Seorang Pengendara Motor Tewas

Baca juga: Disnakertrans Kabupaten Semarang: 10 Ribu Pekerja yang Dirumahkan Sudah Mulai Bekerja

Baca juga: Dinilai Efektif Cegah Kerumunan, Dishub Kabupaten Semarang Kaji Perluasan Penutupan Jalan

Menurutnya, untuk satu hektare luas lahan sawah yang ditanami 40 ribu batang Porang, dalam satu kali panen, mencapai hasil 80 ton umbi.

Selain dijual dalam bentuk basah atau kering, biji katak yang terdapat pada tanaman Porang juga dapat diperjualbelikan.

"Saya sudah tiga tahun menanam porang. Harga jual umbi per kilogram Rp 13 ribu basah, setiap satu tanaman dapat menghasilkan 2 sampai 2,5 kilogram umbi. Sedangkan, jika dijual kering, menjadi tepung per kilogram Rp 200 ribu," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, di kebunnya di Kadirejo, Selasa (23/3/2021).

Sudadi menjelaskan, Porang selama ini diolah menjadi tepung untuk kebutuhan industri pangan luar negeri, semisal pembuatan Konnyaku atau Shirataki.

Beberapa negara tujuan ekspor hasil tanaman Porang antara lain China, Vietnam, India, dan Eropa.

Ia menambahkan, cara membudidaya tanaman Porang cukup mudah dan sederhana.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved