Breaking News:

Olimpiade Tokyo 2021

Uang Tiket Bakal Dikembalikan, Penyelenggara Olimpiade Tokyo Resmi Larang Penonton dari Luar Negeri

Penyelenggara Olimpiade Tokyo resmi melarang penonton dari luar negeri menghadiri turnamen olahraga dunia itu.

Editor: rika irawati
KONTAN
Ilustrasi Olimpiade di Tokyo. 

Semua, kecuali 6,7 miliar dollar AS (Rp 96,3 triliun) adalah uang publik "Negeri Sakura" dan sebuah penelitian Universitas Oxford mengatakan, ini adalah Olimpiade termahal yang pernah tercatat.

Sekitar 4,45 juta tiket terjual kepada warga Jepang. Panitia diharapkan, mengumumkan kapasitas di tempat-tempat yang sekarang hanya akan ditempati oleh penduduk setempat, bulan depan.

Larangan penggemar dari luar negeri datang hanya beberapa hari sebelum estafet obor Olimpiade dimulai Kamis (25/3/2021) dari prefektur Fukushima di timur laut Jepang.

Rangkaian pembukaan Olimpiade ini akan berlangsung selama 121 hari, melintasi Jepang dengan 10.000 pelari.

Estafet akan berakhir pada 23 Juli pada upacara pembukaan di Stadion Nasional di Tokyo.

Estafet akan menjadi ujian untuk Olimpiade dan Paralimpiade, yang akan melibatkan 15.400 atlet yang memasuki Jepang.

Mereka akan diuji sebelum meninggalkan negaranya, diuji saat tiba di Jepang, dan sering diuji saat mereka tinggal di "gelembung" yang aman di Desa Atlet di sepanjang Teluk Tokyo.

Atlet tidak diharuskan mendapat vaksinasi untuk memasuki Jepang tetapi banyak yang tetap melakukan prosedur itu.

Di tengah pertemuan Sabtu (20/3/2021), Bach dan yang lainnya diberi pengingat tentang Jepang bagian timur laut yang rawan gempa, yang juga merupakan kondisi Jepang pada umumnya.

Gempa bumi yang kuat mengguncang Tokyo dan memicu peringatan tsunami saat Bach dan yang lainnya memberikan kata pengantar dalam pertemuan virtual.

Kekuatannya menjadi 7 Magnitudo menurut US Geological Survey dan lokasinya berada di timur laut Jepang, daerah yang dilanda gempa bumi besar dan tsunami pada 2011. Saat itu, sekitar 18.000 orang tewas dalam tragedi itu 10 tahun lalu.

"Saya pikir, layarnya bergetar. Pernahkah Anda memperhatikan layarnya bergetar," ujar Tamayo Marukawa, menteri Olimpiade Jepang saat membuat presentasinya dari Tokyo dan berbicara dari jarak jauh kepada Bach yang terlihat di layar di Swiss.

Kami sebenarnya berada di tengah-tengah gempa bumi sekarang, ujarnya kepada Bach ketika itu.

Pejabat di sana mengatakan tidak ada laporan kerusakan akibat kejadian itu. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Olimpiade Tokyo Resmi Larang Kedatangan Penonton Luar Negeri".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved