Breaking News:

Berita Tegal Hari Ini

Kisah Budi Nahkoda di Tegal, Pensiun Dini Karena Radiasi Mata, Kini Sukses Bisnis Produk Olahan Ikan

Selain sukses dengan usahanya, Budi juga sukses menjadi penggagas dan pembina kelompok pengolahan ikan bernama Sari Ulam di Kota Tegal.

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Budi menunjukkan produk olahan ikannya yang banyak diminati masyarakat, Jumat (19/3/2021). Di antaranya seperti keong mas dan siomay ikan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Hasil tidak akan mengkhianati usaha tuannya. 

Begitulah kira-kira ungkapan yang pas untuk menggambarkan sosok Budi (49), warga Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal

Kerja keras dan keuletan telah mengantarnya menjadi pengusaha sukses di bidang makanan olahan ikan.

Budi dahulunya adalah seorang nahkoda kapal berukuran 30 gross tonnage (GT). 

Baca juga: Mak Sambel Kota Tegal Bagikan 50 Nasi Tiap Jumat, Buat Tukang Becak Hingga Ojol

Baca juga: Kontraktor Proyek Revitalisasi Alun-alun Kota Tegal: Fisik Sudah Sesuai Anggaran

Baca juga: Digagas Jambore Bahari, Disebut Kali Pertama di Kota Tegal, Waktunya Seusai Pandemi Berakhir

Namun dia harus pensiun dini karena matanya terkena radiasi GPS furuno.

Selain sukses dengan usahanya, dia juga sukses menjadi penggagas dan pembina kelompok pengolahan ikan bernama Sari Ulam

Budi bercerita, semula usahanya hanya memproduksi pempek

Itu pun yang mengelola istrinya Karminah (49), sejak 1996. 

Ketika itu bahan produksi pempek per hari masih 3 hingga 5 kilogram ikan. 

"Istri saya sudah usaha pempek dari 1996."

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved