Breaking News:

Berita Kriminal Hari Ini

Bocah Warga Argopeni Kebumen Ini Masih Trauma, Jadi Korban dan Saksikan Keluarganya Diserang Celurit

Karena diduga sakit hati, HE secara membabi buta membacok para tetangganya menggunakan celurit sepulang dari sawah.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
tribunnews.com
ILUSTRASI kasus pembacokan. 

AKBP Piter memberikan motivasi serta semangat kepada korban, serta meyakinkan akan memproses tuntas kasus tersebut. 

"Yang sabar ya, Bu, semoga cepat sembuh," ucap Kapolres kepada korban SR (35), ibunda AK yang sedang terbaring setelah menjalani operasi. 

SR tidak bisa maksimal mencurahkan perhatian ke anaknya, AK yang sakit karena ia sendiri terluka hingga harus terbaring di rumah sakit. 

Penganiayaan yang dilakukan tersangka HE kepada keluarga MA tetangganya diduga dipicu oleh sakit hati dan dendam lama.

Sebab ia sempat dituduh mencuri listrik. 

Selain MA, data dari kepolisian, korban dalam peristiwa itu, yakni HAL (60) ibu dari MA meninggal dunia di lokasi kejadian setelah ditebas sabit.

Korban HAL mengalami pendarahan serius setelah mendapat luka bacokan pada tubuh bagian bawah ketiaknya, sehingga nyawanya tidak tertolong.

Istri MA, yakni korban inisial SR (35) serta anaknya laki-lakinya AK (8), turut menjadi korban.

Korban lainnya, yakni tetangga tersangka yang mencoba melerai.

Yakni WU mengalami luka cukup parah setelah terkena sabit di pergelangan tangan. (Khoirul Muzakki)

Baca juga: Selain Paralayang, Desa Tumanggal Purbalingga Punya Potensi Rafting. Kodim 0702 Bakal Merintisnya

Baca juga: TMMD Buka Jalan Baru di Purbalingga, Jarak Tempuh Desa Tumanggal-Tegalpingen Lebih Dekat 10 Km

Baca juga: Hilang Separuh Terbawa Longsor, Jalan Kabupaten di Majasari Banjarnegara Harus Dilewati Bergantian

Baca juga: Alana Hafiz Cilik Banjarnegara Minta Doa, Ingin Asah Kemampuan di Lomba Dai Cilik Indonesia

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved