Breaking News:

Berita Banyumas

Kejari Purwokerto Segel 8 Greenhouse di Cilongok Banyumas, Terkait Dugaan Korupsi JPS Rp 2,12 Miliar

Kejari Purwokerto menyegel delapan greenhouse terkait dugaan korupsi dana program JPS Kemenaker senilai Rp 2,12 miliar.

TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Seorang warga melihat greenhouse di Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, yang menjadi aset diduga hasil penyelewengan dana program Jaring Pengamanan Sosial (JPS) dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) senilai Rp 2,12 miliar, Rabu (17/3/2021). Aset ini turut disita Kejari Purwokerto yang menangani. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwokerto menyegel delapan greenhouse terkait dugaan korupsi dana program Jaring Pengaman Sosial (JPS) dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) senilai Rp 2,120 miliar.

Greenhouse di Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok, Banyumas, ini rencananya digunakan sebagai tempat budidaya melon.

Bangunan greenhouse dibangun menggunakan galvalum dan kasa strimin.

Penyegelan dilakukan menggunakan garis pembatas.

Sekretaris Desa Sokawera Misbah Arie mengaku kaget saat terjadi kasus ini di wilayahnya.

"Selama pembangunan, kami, dari desa, tidak pernah dilibatkan. Biasanya, kalau ada pembangunan kan desa paling tidak mendapat pemberitahuan, tahu-tahu ada kasus seperti ini," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (18/3/2021).

Baca juga: 2 Warga Cilongok Banyumas Resmi Jadi Tersangka Kasus Korupsi JPS, Kerugian Negara Rp 2,12 Miliar

Baca juga: Kejari Purwokerto Sita Uang Rp 470 Juta, Diduga Hasil Penyelewengan JPS Banyumas

Baca juga: Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Banyumas Turun, hingga Pekan Kedua di Maret Ada 17 Orang Meninggal

Baca juga: Hendak Buang Sampah, Warga Kaliori Banyumas Ini Lihat Mayat Tanpa Busana di Tepian Sungai Serayu

Salah seorang pekerja, Muhammad Nuh (48), mengaku sudah bekerja selama tiga bulan dalam membangun proyek greenhause ini.

"Saya tidak tahu ada kasus seperti ini. Pokoknya, saya hanya kerja. MT dan AM juga setiap hari ke sini," jelasnya.

Usai terjadi kasus dugaan penyelewengan dana JPS itu, para pekerja berhenti merampungkan pembuatan greenhouse.

Mereka biasanya mendapat upah Rp 80 ribu per hari.

Diberitakan sebelumnya, Kejari Purwokerto menetapkan MT dan AM, warga Cilongok, sebagai tersangka dalam kasus ini.

Mereka diduga menyelewengkan dana JPS untuk 48 kelompok tani dimana masing-masing mendapat bantuan Rp 40 juta.

Namun, setelah kelompok tani tersebut menerima transferan pada awal bulan Desember 2020, AM dan MT langsung meminta dana tersebut dari ketua kelompok tani yang mencairkan. (Tribunbanyumas/jti)

Baca juga: Gubernur Jateng: Prokes KBM Tatap Muka Tidak Bisa Ditawar Alias Harus 100 Persen

Baca juga: Pemkab Blora Pertimbangkan Mekanisme Block Seat dan Subsidi, Rencana Maskapai Citilink Buka Rute

Baca juga: Alhamdulillah Negatif, Tes Antigen Pemain PSIS Semarang, Jumat Berangkat ke Solo

Baca juga: Viral Dugaan Pungli di MAN Kendal, Tiap Siswa Diminta Infaq Rp 400 Ribu, Ternyata Begini Faktanya

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved