Breaking News:

Berita Purbalingga

Kejari Sita SPj Dugaan Korupsi Kecamatan Purbalingga, Berserakan di Mobil dan Kolong Tempat Tidur

Penyidik Kejari Purbalingga menyita ratusan lembar dokumen terkait dugaan korupsi Rp 334 juta dana APBD 2027-2021 di Kecamatan Purbalingga.

KOMPAS.COM/Dok Kejari Purbalingga
Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Purbalingga menyita ratusan lembar berkas dokumen dalam penggeledahan yang dilakukan di kantor serta rumah pribadi Camat Purbalingga, Raharjo Minulyo, Senin (15/3/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA – Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, menyita ratusan lembar berkas dokumen dan satu buah laptop dalam kasus dugaan korupsi dana APBD di Kecamatan Purbalingga, Senin (15/3/2021).

Barang-barang tersebut didapat dari penggeledahan yang dilakukan di kantor serta rumah pribadi Camat Purbalingga, Raharjo Minulyo.

"Kami mengamankan barang-barang yang terkait dugaan korupsi dana APBD tahun anggaran 2017 sampai 2021. Kami berhasil mengamankan barang bukti berupa surat-surat SPJ (Surat Pertanggungjawaban, red) dan alat elektronik berupa laptop," kata Kasi Intel Kejari Purbalingga Indra Gunawan kepada wartawan, Senin (15/3/2021).

Baca juga: Kejari Temukan Dugaan Korupsi Rp 334 Juta di Kecamatan Purbalingga, Gunakan APBD 2017-2020

Baca juga: Anak Dirantai Orangtua di Purbalingga, Ini Faktanya hingga Kapolres dan Bupati Turun Tangan

Baca juga: Dandim Sebut Desa Tumanggal Cocok Jadi Track Olahraga Hash di Purbalingga

Baca juga: Ajak Orangtua di Larangan Purbalingga Cegah Anak Pakai Narkoba, TNI Gandeng BNN Gelar Sosialisasi

Indra menambahkan, dalam penggeledahan di rumah pribadi Camat Purbalingga, tim Penyidik Kejari menemukan berkas dokumen yang disimpan di kamar tidur, bahkan beberapa di antaranya disembunyikan di kolong tempat tidur.

"Sebelumnya, kami dapat informasi jika ada sejumlah berkas SPJ yang dibawa pulang. Jadi, kami putuskan untuk menggeledah rumahnya. Tak hanya di kamar tidur, berkas SPJ juga ditemukan berceceran di mobil dinas camat," ujarnya.

Berkas-berkas tersebut, kata Indra, akan disusun dan dianalisa oleh penyidik dan petugas dari Inspektorat Kabupaten Purbalingga.

"Untuk pembuktian, kami bekerja sama dengan pihak Inspektorat Kabupaten Purbalingga untuk menilai apakah ada indikasi mark up atau indikasi fiktif," kata dia.

Selain penggeledahan, Kejari juga berencana memeriksa sejumlah saksi yang berasal dari pejabat kecamatan maupun pihak ketiga.

"Rabu depan, akan mulai dilakukan pemanggilan saksi, proses penyidikan ditargetkan selesai dalam dua bulan," terangnya.

Baca juga: Sepekan setelah Beraksi, 2 Pencuri Motor di Banyumas Dibekuk Polisi saat Menginap di Hotel

Baca juga: Salah Investasi, BMT Taruna Sejahtera Ungaran Tak Mampu Kembalikan Dana Rp 1 Miliar Milik Nasabah

Baca juga: Korban Sipil Demo di Myanmar Tembus 138 Orang, Pengamat Khawatir Terjadi Perang Saudara Besar

Baca juga: Anak Dirantai Orangtua di Purbalingga, Ini Faktanya hingga Kapolres dan Bupati Turun Tangan

Seperti diberitakan sebelumnya, pada tahap penyelidikan awal, kejari menemukan sedikitnya Rp 334 juta rupiah uang negara yang penggunaannya tidak dapat dipertanggungjawabkan.

"Untuk nilai riilnya belum bisa dipastikan, masih dalam tahap pengembangan. Dari perkiraan awal Rp 334 juta masih ada kemungkinan nilainya akan berubah tergantung hasil akhir penyidikan nantinya," ujarnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Diduga Korupsi Ratusan Juta, Camat Purbalingga Sembunyikan Dokumen di Kolong Tempat Tidur".

Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved