Breaking News:

Berita Kebumen

Tergiur Harga Jual Tinggi, Petani Garam di Kebumen Mulai Produksi Garam Piramid

Kugar 'Cirat Segoro Renges' di Kampung Garam Desa Tlogopragoto, Kecamatan Mirit, Kebumen yang tengah berusaha mengembangkan produksi garam piramid.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Menteri Perikanan dan Kelautan Sakti Wahyu Trenggono mengunjungi Kampung Garam Desa Tlogopragoto, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen, Jumat (12/3/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Umumnya, masyarakat mengenal garam dengan tekstur lembut atau yang bertekstur kasar (krosok). Tetapi, ada jenis lain yang kini tengah populer, yakni garam berbentuk menyerupai piramid. Bulir-bulir garam piramid terbentuk secara alami.

Harga garam piramid pun lebih tinggi, mencapai Rp 250.000 per kilogram.

Hal ini membuat sebagian petani garam mulai melirik usaha ini.

Demikian halnya Kelompok Usaha Garam (Kugar) 'Cirat Segoro Renges' di Kampung Garam Desa Tlogopragoto, Kecamatan Mirit, Kebumen yang tengah berusaha mengembangkan produksi garam piramid.

Baca juga: Korban Terseret Kereta Hingga 300 Meter, Warga Jatimulyo Kebumen Ini Tewas di Lokasi

Baca juga: Ibu Rumah Tangga di Banioro Kebumen Ditemukan Tewas Tergantung di Dekat Kandang

Baca juga: Bukit Sipako Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Agro di Kebumen, Ditanam Berbagai Tanaman Buah

Baca juga: Berikut Rincian Program Unggulan 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Kebumen

Masalahnya, mereka butuh infrastruktur rumah kaca yang sekarang belum tersedia di Kampung Garam.

Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono, saat berkunjung ke Kampung Garam, Jumat (12/3/2021) lalu,
meminta jajarannya membantu kelompok petambak untuk menyiapkan infrastruktur yang dibutuhkan.

"Bisa dibuatkan nanti, rumah kacanya. Satu blok dulu untuk model," ujar Menteri Trenggono dalam rilis yang diterima, Senin (15/3/2021).

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Dirjen PRL) TB Haeru Rahayu menambahkan, pihaknya langsung melakukan konsolidasi internal membahas rencana pembangunan rumah kaca untuk produksi garam piramid, termasuk dengan Pemkab Kebumen.

Trenggono juga mendorong masyarakat memasarkan garam secara daring. Penjualan garam secara daring, menurut dia, dapat mempermudah transaksi penjual dan pembeli sehingga penyerapan garam di pasaran bisa lebih maksimal.

Baca juga: Paula Verhoeven Umumkan Hamil, Sempat Tak Curiga Meski Telat Menstruasi

Baca juga: Pendaftaran Sekolah Gratis SMK Negeri Jateng Sudah Dibuka, Berikut Tahapannya

Baca juga: 2 Murid di Tasikmalaya Tertular Covid, Berawal dari Guru Bergejala Batuk Pilek Nekat Masuk Sekolah

Baca juga: Permudah Pembeli Pasar Relokasi, Dishub Kendal Minta BRT Trans Jateng Perpanjang Rute sampai Weleri

Ketua Kelompok Usaha Garam (Kugar) 'Cirat Segoro Renges' Desa Tlogopragoto, Budi Santoso, mengatakan, penjualan garam via daring atau media sosial memang belum digarap secara maksimal.

"Kebanyakan, yang beli datang langsung. Tapi, ke depannya, memang harus online. Kami harap ada pendampingan," urai Budi Santoso.

Selain garam konsumsi, Kugar 'Cirat Segoro Renges' dengan 26 anggota ini juga menghasilkan garam kosmetik.

Harga jualnya mencapai Rp 30.000-Rp 40.000 per kilogram dengan pangsa pasar di DI Yogyakarta hingga Lampung. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved