Berita Kriminal Hari Ini

Bosan Terlalu Lama Nganggur, Bagus Jadi Bandar Judi Bola Online, Buka Lapak di Sendangguwo Semarang

Bagus Ari Setyawan membuka lapak judinya di angkringan depan SD Sendangguwo, Jalan Sawi, Sendangguwo, Tembalang, Kota Semarang.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/IWAN ARIFIANTO
Gelar kasus judi online di Polsek Tembalang, Kota Semarang, Jumat (12/3/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Bagus Ari Setyawan (26) warga Perum Korpri Klipang, Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang terpaksa menjadi bandar judi online  lantaran lama menganggur. 

Dia membuka lapak judinya di angkringan depan SD Sendangguwo, Jalan Sawi, Sendangguwo, Tembalang. 

Aktivitas itu sudah dilakukan selama satu bulan terakhir. 

Baca juga: Prioritaskan Kasus Covid-19, Pemkot Semarang Tak Layani Pemesanan Lahan Makam Umum

Baca juga: Warga Kampung Sawah di Kecamatan Tugu Semarang Tangkap Ular Piton, Perut Membuncit Sebesar Helm

Baca juga: KBM Tatap Muka Dimulai Juli, Anak Sekolah Dapat Vaksin Covid? Ini Penjelasan Dinkes Kota Semarang

Baca juga: Terkendala Datang ke Puskesmas, Lansia di Kota Semarang Divaksin di Rumah Warga atau Kelurahan

"Lama menganggur, jadi menekuni bisnis ini," katanya di Polsek Tembalang kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (12/3/2021).

Dia membuka judi bola online dari seluruh liga dunia seperti Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, Liga Turki, hingga Liga Champions. 

Setiap hari dia membuka 21 pertandingan untuk memanjakan para pejudi. 

Namun hanya 2 hingga 4 pertandingan yang ada peminatnya. 

Terutama untuk pertandingan besar di Liga Italia dan Liga Inggris. 

"Tujuannya mau bantu perekonomian keluarga."

"Baru untung Rp 2 juta sudah ketangkap polisi," kata pemuda lajang ini. 

Sementara Kapolsek Tembalang, Kompol R Arsadi KS mengatakan, pelaku ditangkap pada Senin (8/3/2021) sekira pukul 23.00. 

Penangkapan pelaku bermula dari informasi dari warga adanya aktivitas perjudian yang meresahkan. 

Dia lantas memerintahkan Kanit Reskrim Polsek Tembalang, Ipda Endro Soegijarto untuk menindaklanjuti laporan tersebut. 

Pihaknya menangkap pelaku beserta barang bukti berupa satu handphone, uang tunai sebesar Rp 2 juta dari hasil judi bola online, dan kartu ATM. 

Dia menambahkan, pelaku sudah menjalankan bisnis judi bola online selama sekira 1 bulan dengan perantara chat via WhatsApp untuk melayani konsumennya. 

Judi bola online dibuka dua jam sebelum pertandingan. 

Pemasang menentukan besaran uang taruhan. 

Apabila pemasang menang, bandar wajib membayar dua kali lipat dari uang taruhan yang dipasang oleh pemasang. 

"Pelaku dijerat Pasal 303 tentang perjudian dengan ancaman hukuman 10 tahun kurungan penjara," terangnya. (Iwan Arifianto)

Baca juga: Leganya Nurhayati Seusai Disuntik Vaksin, Doa Lansia Asal Margadana Tegal Ini: Semoga Sehat Terus

Baca juga: Catat! Mulai 15 Maret, Pembayaran Tiket Masuk Wisata Guci Tegal Pakai Sistem Nontunai

Baca juga: Akses Jalan Ditembok, Warga di Tiga Rumah di Pemalang Terisolir

Baca juga: Sampah TPA Pegongsoran Pemalang Bakal Disulap Jadi Energi Listrik

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved