Breaking News:

Berita Bisnis

PHRI Jateng Prediksi Booming Wisatawan Terjadi setelah 50% Warga Indonesia Disuntik Vaksin Covid

Wakil Ketua PHRI Jateng Ilham Muhammad Saleh mengatakan, kondisi binis pariwisata saat ini lebih buruk dibanding krisis 1998.

TRIBUNBANYUMAS/Permata Putra Sejati
Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah, Ilham Muhammad Saleh saat ditemui di Purwokerto, Rabu (10/3/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah, Ilham Muhammad Saleh, mengatakan, sejak awal pandemi Covid-19, 90 persen hotel dan restoran mati suri.

"Sekarang, sudah mulai recovery dan pemulihan. Sekitar 80 persen hotel di Jawa Tengah mulai bangkit lagi," kata Ilham saat ditemui di Purwokerto, Rabu (10/3/2021).

Menurutnya, bisnis pariwisata saat pandemi Covid-19 saat ini lebih buruk dibanding krisis 1998.

"Sekarang, banyak masyarakat punya duit tapi tidak boleh pergi dan setiap hotel masih ada yang tidak membuka semua kamarnya," tuturnya.

Baca juga: Ingin Event dan Wisata Berjalan Lagi, Menparkeraf Sandiaga Uno Temui Kapolri

Baca juga: 5.432 Pekerja di Banyumas Dirumahkan Akibat Pandemi Covid, Mayoritas Pekerja Bidang Pariwisata

Baca juga: Menggantung, Waktu Pembukaan Bioskop di Banyumas Tak Jelas Lagi

Baca juga: Kejari Purwokerto Sita Uang Rp 470 Juta, Diduga Hasil Penyelewengan JPS Banyumas

Menurutnya, saat pandemi, banyak pengunjung hotel yang juga pilih-pilih hotel. Kebanyakan, merkea memilih hotel bertipe resort dan mempunyai sistem sirkulasi terbuka.

"Kalau resort itu biasanya tidak lebih dari lima lantai, sirkulasi udaranya bagus karena ada jendela. Apalagi sekarang, Covid, (tamu) lebih banyak memilih di udara terbuka. Berbeda dengan hotel tinggi yang highrisk building, kelemahannya tidak ada jendela," jelasnya.

Harapannya, setelah 50 persen warga Indonesia, khususnya di Jateng divaksin,akan lebih banyak warga yang berani bepergian.

Ia meyakinkan kepada masyarakat, sekarang, menginap di hotel sudah aman, karena hotel-hotel telah dibekali sertifikasi Clean, Healthy, Safety, Environment (CHSE).

"Jadi, hotel itu akan diperiksa, bagaimana penanganan tamu saat check in, bagaimana saat makan di restorannya. Jangan khawatir menginap di hotel di Jawa Tengah karena seluruh hotel, khusunya yang berbintang, sudah disertifikasi CHSE," katanya.

Baca juga: Longsor Hantam Rumah Warga di Sigaluh Banjarnegara, Dua Keluarga Masih Mengungsi

Baca juga: Tiga Remaja Putus Sekolah di Solo Jadi Korban Eksploitasi Seksual, Ditawarkan Pelaku di Media Sosial

Baca juga: Kalah Produktivitas Gol Tandang, Juventus Gagal Lagi Tembus Perempat Final Liga Champions

Baca juga: Giliran Seniman dan Budayawan di Yogyakarta Terima Vaksinasi Covid-19

Ia mengatakan, saat ini, ada sekitar 300 hotel berbintang di Jawa Tengah yang sudah mempunyai sertifikasi CHSE.

Ke depan, dia optimis, ketika sudah 50 persen warga Indonesia divaksin dan izin dari pemerintah pusat terkait wisatawan asing diperbolehkan masuk maka akan ada gelombang besar kenaikannya.

"Jika wisman boleh masuk, paling tidak, enam bulan ke depan ada booming wisatawan dan sudah ada perbaikan," tuturnya. (Tribunbanyumas/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved