Breaking News:

Berita Banyumas

Kejari Purwokerto Sita Uang Rp 470 Juta, Diduga Hasil Penyelewengan JPS Banyumas

Kejari Purwokerto menyita uang Rp 470 juta dari sebuah rumah di Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Selasa (9/3/2021) malam.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Kejari Purwokerto Sunarwan menunjukan barang bukti uang Rp 450 juta dari sebuah rumah di Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, di Kejari Purwokerto, Rabu (10/3/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwokerto menyita uang senilai Rp 470 juta dari sebuah rumah di Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Selasa (9/3/2021) malam.

Uang tersebut diduga hasil korupsi program Jaring Pengamanan Sosial (JPS) dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) di wilayah Kabupaten Banyumas.

Selain uang tunai, kejari juga mengamankan beberapa barang bukti lain, di antaranya 38 stempel kelompok dari total 48 kelompok masyarakat yang tersebar di beberapa wilayah di Banyumas.

Kemudian, disita pula satu unit komputer, beberapa dokumen perjanjian kerja sama antara 48 kelompok masyarakat dengan Direktorat Pengembangan dan Perluasan Kerja pada Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Ditjen Bina Penta dan PKK) Kemnaker RI.

"Total, bantuan dari Ditjen Bina Penta dan PKK Kemnaker RI untuk 48 kelompok itu mencapai Rp 1,920 miliar, yang ditransfer ke rekening Bank Rakyat Indonesia (BRI) milik kelompok, masing-masing mendapatkan Rp 40 juta," ujar Kajari Purwokerto, Sunarwan, Rabu (10/3/2021).

Baca juga: Lansia di Banyumas Meninggal Beberapa Jam setelah Divaksin, Bupati: Itu Kena Stroke atau Hipertensi

Baca juga: Masih Ada Diskriminasi Perempuan, Organisasi Kemahasiswaan di Banyumas Tuntut Pengesahan RUU PKS

Baca juga: Mertua di Sumbang Banyumas Polisikan Menantu, Dilaporkan Setubuhi 2 Anaknya yang Lain di Bawah Umur

Baca juga: Sempat Diwarnai Ketegangan, Musorkab Putuskan Bambang Setiawan sebagai Ketua KONI Banyumas 2021-2025

Sunarwan mengatakan, saat masing-masing perwakilan kelompok menarik uang tersebut, ada seseorang yang telah menunggu di luar kantor BRI.

Dan ketika kelompok itu keluar dari bank, orang tersebut meminta seluruh uang itu, sehingga total ada Rp 1,920 miliar.

Pencairan dana program JPS dari Kemnaker tersebut, pada tanggal 1 Desember 2020.

Bantuan program JPS dari Kemnaker tersebut sebenarnya ditujukan untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat akibat Covid-19, baik yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun menganggur.

Dalam hal ini, Ditjen Binapenta dan PKK Kemnaker memberikan bantuan kepada kelompok masyarakat di desa. Masing-masing kelompok beranggotakan 20 orang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved