Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Hotel Hingga Tempat Hiburan Bakal Dipasang Alat Perekam Transaksi, Ini Tujuan Pemkab Kendal

Kepala Bakeuda Kabupaten Kendal, Agus Dwi Lestari mengatakan, pada tahap pertama sebanyak 100 alat akan dipasang di hotel hingga tempat hiburan.

PEMKAB KENDAL
Petugas Bakeuda Kabupaten Kendal memperlihatkan komputer yang bakal digunakan untuk memantau transaksi tempat usaha kafe, restoran, dan tempat hiburan, Rabu (10/3/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Bakeuda Kabupaten Kendal bakal memasang alat perekam untuk memantau transaksi di 181 hotel, restoran, dan tempat hiburan.

Secara rinci adalah 46 hotel, 86 restoran, dan 49 tempat hiburan. 

Kepala Bakeuda Kabupaten Kendal, Agus Dwi Lestari mengatakan, pada tahap pertama sebanyak 100 alat akan dipasang dalam waktu dekat ini.

Sedangkan sisanya menyusul ketika barang sudah siap.

Baca juga: Dua Kampung Nelayan Masuk Program Kotaku di Kendal, Dico: Jadi Kawasan Bebas Kumuh Tahun Ini

Baca juga: Alun-alun Kaliwungu Kendal Bakal Direvitalisasi, PKL: Sap Direlokasi asal Tidak Bayar

Baca juga: Janji Bupati Kendal, Tiap Pekan Digelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Kinerja Bersama Pimpinan OPD

Baca juga: Terdampak Cuaca Ekstrem, Harga Gabah Anjlok di Kendal, Akibat Kualitas Menurun

Menurut Agus Dwi, pemasangan alat perekam ini dimaksudkan untuk mengetahui pungutan pajak yang ditarik para pengusaha hotel, restoran, dan tempat hiburan. 

Dengan itu, pemerintah dapat memantau dan menentukan besaran pajak ketiga tempat usaha itu untuk meningkatkan pendapatan pajak daerah. 

"Harapannya dengan alat perekam ini bisa meningkatkan target pajak dari yang sebelumnya mencapai Rp 134 miliar," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (10/3/2021).

Selain tiga tempat usaha, rencana pemasangan alat perekam transaksi bakal menyasar sejumlah rumah makan di Kendal.

Alat tersebut nantinya akan terkoneksi dengan server yang dipantau petugas Bakeuda sehingga keseluruhan transaksi bakal terpantau langsung. 

"Tahap pertama akan dipasang 100 alat hasil kerja sama dengan Bank Jateng."

"Nantinya jumlah nominal pembayaran pajak bakal lebih transparan," ujarnya.

Cara kerja alat tersebut dapat merekam transaksi atau belanja konsumen, sehingga besaran pajak yang ditarik pengusaha bakal terdeteksi.

Dengan harapan, besarnya pajak yang sudah dihimpun bisa disetorkan ke kas daerah.

"Dari alat tersebut bisa mengawasi transaksi."

"Sehingga ada kesamaan antara pajak yang dipungut dari mayarakat melalui pengusaha dengan yang dibayarkan ke pemerintah," tuturnya. (Saiful Ma'sum)

Baca juga: Latihan Perdana Pemain PSIS Semarang, Imran Nahumarury: Masih Fokus Soal Taktikal Defending

Baca juga: Belum Punya Klub, 3 Pemain Muda Ini Ikut Latihan PSIS Semarang. Liluk: Biar Tim Pelatih Menilai

Baca juga: BKSDA Jateng Temukan Tanaman Mangrove Kategori Langka di Segara Anakan Cilacap, Ini Cirinya

Baca juga: Formasi Usulan PPPK Dibuka Lagi, Ketua PGRI Jateng: Pemda Jangan Pelit Usulkan Kebutuhan Guru

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved