Breaking News:

Berita Nasional

Bertambah, Kasus Corona Jenis Baru B117 di Indonesia Menjadi Enam. Ditemukan di 4 Provinsi

Kasus corona jenis baru B117 kembali ditemukan di Indonesia. Ada enam kasus ditemukan di empat provinsi.

Editor: rika irawati
Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi virus Covid-19. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Kasus corona jenis baru B117 kembali ditemukan di Indonesia. Saat ini, ada enam kasus ditemukan di empat provinsi.

Hasil ini diketahui dari sampel yang dianalisis Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Mutasi virus corona B117 ini ditemukan dalam tiga sampel dari DKI Jakarta dan tiga sampel masing-masing satu dari Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.

Sebelumnya, kasus B117 ditemukan dari dua pekerja migran Indonesia yang baru pulang dari Arab Saudi.

Berdasarkan data di Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional, Senin (8/3/2021), dari 539 urutan genom SARS-CoV-2 yang didaftarkan di GISAID, bank data genom virus global, sebanyak 515 merupakan urutan genom keseluruhan (whole genome sequencing/WGS).

Baca juga: 2 Warga Brebes Positif Covid-19, Hasil Tracing dari Penyintas Corona Jenis B117

Baca juga: Virus Corona B117 Sempat Infeksi TKI Asal Brebes, 7 Keluarga Jalani Isolasi Mandiri

Baca juga: Tak Usah Galau, Dinkes Kota Semarang Mengatakan, Vaksin Sinovac Juga Ampuh Tangkal Virus Corona B117

Dari sampel ini, telah ditemukan enam WGS varian VUI202012/01 GR/501.Y.V1 B.1.1.7.

Semua sampel ini didaftarkan Balai Litbang Kementerian Kesehatan (Balitbangkes) dari sampel yang dikumpulkan pada Januari-Februari 2021.

"Sampai saat ini, Litbangkes sudah melaporkan enam kasus B117, bertambah empat orang," kata Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio.

Amin mengatakan, belum mengetahui apakah sampel ini didapatkan dari pelaku perjalanan dari luar negeri yang dikarantina atau sudah di komunitas.

"Info rincinya di Litbangkes," katanya.

Kepala Litbangkes Kementerian Kesehatan Slamet Basir yang dihubungi tidak memberikan respons.

Pada awal Januari 2021, Menristek/BRIN Bambang PS Brodjonegoro dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah menandatangani nota kesepahaman tentang surveilans genom virus SARS CoV-2.

Lembaga Eijkman menjadi pemimpin konsorsium dengan melibatkan laboratorium yang ada di perguruan tinggi ataupun LPNK di bawah koordinasi Kemenristek/BRIN.

Baca juga: 4 Hari setelah Divaksi Covid-19 Guru di Kota Tegal Meninggal, Dinkes: Bukan KIPI tapi Diabetes

Baca juga: Mulai Disiapkan Kartu Prakerja Purbalingga, Ini Tujuan dan Kelompok Sasaran Menurut Bupati

Baca juga: Terpilih secara Aklamasi, Umi Azizah Jadi Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Tegal Periode 2021-2026

Baca juga: 330 Sekolah di 13 Kecamatan di Batang Mulai Gelar Pembelajaran Tatap Muka, Masuk Zonasi Hijau Covid

Peneliti genomik molekuler dari Aligning Bioinformatics dan anggota Konsorsium Covid-19 Genomics UK, Riza Arief Putranto, mengatakan, surveilans genomik merupakan kunci untuk mencegah penyebaran lebih luas varian baru SARS-CoV-2.

Selain varian B117 yang telah diketahui lebih menular dan berpotensi meningkatkan keparahan dan risiko kematian, kita juga perlu mewaspadai varian-varian lain, khususnya varian P.1 dan varian B.1.351. (Kompas/ahmad arif)

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul "3 Kasus Mutasi Virus Corona B.1.1.7 Ditemukan di Jakarta".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved