Breaking News:

Kudeta Myanmar

Kondisi Myanmar Memanas, 38 Demonstran Tewas dalam Sehari saat Aksi Protes Kudeta Militer

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan, ada 38 warga yang tewas dalam aksi memprotes kudeta militer, Rabu (3/3/2021).

Kompas.com/AP Photo
Gambar yang diambil dari cuplikan video memperlihatkan massa menuju Yangon, Myanmar, pada Sabtu (6/2/2021) untuk menentang kudeta. Pada Minggu (7/2/2021), di Myanmar pecah demo terbesar sejak 2007. 

Ia juga mengatakan, militer meningkatkan penindasan terhadap media, dengan semakin banyak jurnalis yang ditangkap dan didakwa.

Monywa Gazette melaporkan, di pusat kota Monywa, enam orang tewas.

Yang lain tewas di kota terbesar kedua Mandalay, kota utara Hpakant, dan pusat kota Myingyan.

Save the Children mengatakan dalam sebuah pernyataan, empat anak termasuk di antara korban yang tewas.

Satu di antaranya, termasuk seorang bocah lelaki berusia 14 tahun yang dilaporkan Radio Free Asia ditembak mati oleh seorang tentara dalam konvoi truk militer yang lewat.

Baca juga: Harga Emas Antam di Butik Emas Logam Mulia Pagi Ini, 4 Maret 2021 Rp 923.000 Per Gram

Baca juga: Catatan Sejarah Banjir Bandang di Kota Semarang: Terparah Tahun 1990, Ketinggian Air Hampir 10 Meter

Baca juga: Bocah Asal Badarkaya Banjarnegara Hilang Terbawa Arus Sungai saat Mandi, 3 Regu SAR Dikerahkan

Tentara memasukkan tubuhnya ke truk dan meninggalkan tempat kejadian, menurut laporan itu.

Kantor berita Myanmar Now melaporkan, pasukan keamanan membubarkan aksi protes di Yangon dan menahan sekitar 300 pengunjuk rasa.

Video yang diposting di media sosial menunjukkan barisan pria muda, tangan di atas kepala, masuk ke truk tentara saat polisi dan tentara berjaga. Reuters tidak dapat memverifikasi rekaman tersebut.

Gambar seorang wanita berusia 19 tahun, satu dari dua orang yang ditembak mati di Mandalay, menunjukkan dia mengenakan kaus bertuliskan "Semuanya akan baik-baik saja".

Sebuah video yang disiarkan Radio Free Asia yang didanai AS menunjukkan, polisi di Yangon memerintahkan tiga petugas medis keluar dari ambulans, menembak kaca depan, dan kemudian menendang dan memukuli para pekerja dengan puntung senjata dan pentungan.

Reuters tidak dapat memverifikasi video tersebut secara independen.

Aktivis demokrasi Esther Ze Naw mengatakan kepada Reuters bahwa pengorbanan mereka yang meninggal tidak akan sia-sia.

"Kami akan mengatasi ini dan menang," katanya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Mengerikan! Hampir 40 orang tewas dalam aksi protes Myanmar.

Editor: rika irawati
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved