Breaking News:

Berita Semarang

Catatan Sejarah Banjir Bandang di Kota Semarang: Terparah Tahun 1990, Ketinggian Air Hampir 10 Meter

Banjir bandang beberapa kali melanda Kota Semarang. Tak hanya menggenangi permukiman, banjir juga membuat sejumlah nyawa melayang.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Iwan Arifianto
Koordinator Pintu Air Bendung Simongan, Bayu Wanapati, menunjukan Monumen Banjir Bandang Semarang yang mencatat peristiwa banjir bandang di Kota Semarang, Rabu (3/3/2021). Saat ini, monumen tersebut mulai kusam dan warna angka-angkanya pudar. 

Garis paling bawah tertulis angka "25.12.06 + 890". Di atasnya, kemudian berturut-turut "22.1.1976.SP+925", "30.1.1993.SP+930", 28.3.1922.SP+930", "10.1.1963.SP+940", dan "25.1.1990.SP+945".

Bayu menjelaskan, angka-angka tersebut menunjukkan arti, banjir terjadi pada 28 Maret 1922, 10 Januari 1963, 22 Januari 1976, 25 Januari 1990, dan 25 Desember 2006.

Sementara, angka tambahan di belakang penanda tanggal merupakan ketinggian air.

Baca juga: Bocah Asal Badarkaya Banjarnegara Hilang Terbawa Arus Sungai saat Mandi, 3 Regu SAR Dikerahkan

Baca juga: Tradisi Dandangan Kudus Terancam Tak Digelar Tahun Ini, Plt Bupati: Kudus Belum Full Zona Hijau

Baca juga: Kumpulkan Uang Koin Sisa Belanja 5 Tahun, Celengan Warga Petarukan Pemalang Capai Rp 39,8 Juta

Baca juga: Bertemu Bupati, Ini yang Disampaikan Forum Anak Banyumas dalam Upaya Terlibat Pembangunan

Dari monumen tersebut tercatat, banjir terbesar terjadi pada 25 Januari 1990.

Saat itu, Kaligarang meluap dan ketingian air mencapai 945 sentimeter atau hampir 10 meter, dari dasar sungai.

"Banjir itu menjadi tragedi yang menjadi salah satu masa kelam di Kota Lunpia lantaran ratusan orang meninggal dalam sekejap," bebernya.

Dia berharap, andaikan monumen itu hilang, paling tidak sejarah banjir bandang tak dilupakan.

Baginya, yang juga bagian dari penyintas banjir bandang terbesar di Kota Semarang, kejadian itu menjadi pembelajaran bersama terkait pentingnya menjaga alam dan mitigasi bencana.

"Baik warga asli Kota Semarang, maupun siapa saja yang menetap di Kota Semarang, seharusnya tahu terkait sejarah banjir bandang ini dan menjaga Kota Semarang secara bersama-sama," katanya.

Kendati demikian, dia menilai, tragedi banjir bandang Semarang 1990 mustahil terulang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved