Breaking News:

Pelantikan Kepala Daerah di Jateng

Pesan Gubernur Ganjar saat Lantik 17 Bupati/Wali Kota: Dada Harus Jembar, Ususe Kudu Dowo

Kutipan pidato Presiden Bung Karno itu menjadi pesan yang disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepada bupati wali kota terpilih di Jateng.

TRIBUNBANYUMAS/Dok Humas Pemprov Jateng
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melantik 17 pasangan kepala daerah di Jateng, Jumat (26/2/2021). Pelantikan dilakukan secara daring dan langsung di Gedung Gradhika Bhakti Praja kompleks Kantor Pemprov Jateng. 

"Ketika tanggug jawab ditimpakan di pundak kita, tidak kehabisan jalan untuk melahirkan kebaikan. Berulang kali melakukan kesalahan masih saja diberikan kesempatan seolah-olah alam yang menjadi saksi mengatakan 'mlakumu tekan endi, sampai kapan awakmu netepi laku sing ora bener' (jalanmu sampai mana. Sampai kapan kamu melangkah di jalan yang tidak benar)," ucapnya.

Ganjar menuturkan, jika melakukan kesalahan lalu ada kesadaran di hati dan pikiran, maka sang pemimpin akan segera mengetahui. Kemudian, harus segera diikuti menata niat, batin, untuk meluruskan cita yang ingin diciptakan.

"Jika boleh saya berpesan, sekali lagi, kepada teman-teman bupati wali kota dan wakilnya, tata lah niat mulai detik ini, mantapkan tekad dan tetapkan hati, apa yang akan kita lakukan hari ini sebagai kepala daerah," katanya.

Baca juga: Istri Resmi Jadi Bupati, Rizal Diansyah Dilantik sebagai Ketua Dekranasda Purbalingga

Baca juga: Resmi Jadi Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga, Tiwi-Dono Tancap Gas Perbaiki Infrastruktur Jalan

Baca juga: Banjir Masih Tinggi, Jenazah Warga Trimulyo Semarang Dibawa Pakai Perahu Karet Menuju TPU

Baca juga: Soal Isu Kudeta dan KLB, Ini Komentar Srikandi Partai Demokrat dari Kabupaten Semarang

Gubernur menegaskan, tidak ada kerjaan ringan sama sekali, apalagi sebagai seorang pemimpin.

Ditambah, kondisi dunia yang belum ada kepastian dalam menghadapi situasi pandemi global, Covid-19.

Pandemi membuka pintu persoalan kesehatan, perekonomian, pendidikan, sosial sampai spiritual. Karena itu, ia berpesan agar kepala daerah memiliki upaya maksimal dan rasa kemanusiaan atau sense of humanity.

"Ini baru satu persoalan. Masih banyak persoalan, mengentaskan kemiskinan, perekonomian, teknologi, pengoptimalan peran pemuda dan pemudi, kerusakan lingkungan yang serius, respons bencana secara cepat. Lalu, ada kelompok yang butuh perhatian, difabel, perempuan, anak-anak generasi masa depan, disiapkan sungguh sungguh," ucapnya.

Sebagai pemimpin, kata dia, juga harus menerima kritikan dan masukan. Dalam perjalanan, tentu saja ada cacian hingga bullying yang harus dihadapi secara lapang dada.

"Dada harus jembar, ususe kudu dowo (menerima dan sabar). Beberapa kritikan, cacian bully-an jadi vitamin yang segar. Butuh energi besar untuk bisa menciptakan perubahan. Saya percaya pada bapak ibu sekalian. Ada gubernur dan presiden yang bisa membantu menyelesaikan," ujarnya.

Ganjar juga berharap, kepala daerah mengoptimalkan media sosial sebagai wadah penyalur laporan dari masyarakat. (*)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved