Breaking News:

Berita Tegal Hari Ini

Dua Kasus Dugaan Korupsi Masuk Ranah Penyidikan, Kejari Kota Tegal: Contohnya Bantuan Covid-19

Dua perkara Tipikor yang ditangani adalah dugaan tipikor proyek revitalisasi Alun-alun Kota Tegal dan bantuan Covid-19 dari CSR PDAM Kota Tegal. 

TRIBUN BANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tegal Jasri Umar (kanan) saat memberikan keterangan kepada awak media, Kamis (18/2/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Kejari Kota Tegal menaikkan status dua perkara kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) yang sedang ditangani ke ranah penyidikan. 

Dua perkara tersebut adalah dugaan tipikor proyek revitalisasi Alun-alun Kota Tegal dan bantuan Covid-19 dari CSR PDAM Kota Tegal

Kepala Kejari Kota Tegal, Jasri Umar mengatakan, pihaknya menyelidiki empat perkara atas dugaan tipikor. 

Baca juga: Razia Lapas Tegalandong Slawi, Tim Gabungan Temukan Pisau dan Handphone

Baca juga: Warga Kabupaten Tegal Ini Bikin Miniatur Kapal Bajak Laut, Hasil Menyulap Bambu Sisa Proyek Bangunan

Baca juga: 39 PPPK Terima SK, Pesan Wali Kota Tegal: Jangan Sekadar Bekerja Menggugurkan Kewajiban

Baca juga: BMKG Tegal: Terpengaruh Monsun Asia, Cuaca Ekstrem Masih Berlangsung Hingga Maret 2021

Dari empat perkara tersebut, dua di antaranya naik ke tingkat penyidikan. 

Satu perkara dihentikan karena tidak ada alat bukti yang mengarah ke tipikor.

Satu perkara lainnya masih dalam telaah, pihaknya masih mencari perbuatan melawan hukumnya. 

"Untuk kasus CSR (red, bantuan Covid-19), kami lanjutkan ke penyidikan karena ada bukti-bukti awal."

"Yang Alun-alun juga kami lanjutkan."

"Karena kami menemukan adanya tindak pidana di situ," kata Jasri kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (18/2/2021). 

Jasri mengatakan, proses penyidikan sudah mulai berlangsung. 

Pihaknya akan mulai memanggil saksi-saksi untuk dimintai keterangan.

"Ini baru penyidikan."

"Tentu langkah selanjutnya kami pun akan melakukan pemanggilan kembali terhadap sejumlah orang untuk diminta keterangan." 

"Kami akan panggil semua terlebih dahulu."

"Setelah itu masuk ke penyidikan umum dan baru disimpulkan siapa yang menjadi tersangka," ungkapnya. (Fajar Bahruddin Achmad)

Baca juga: Penangkapan Monyet di Banjarnegara Masih Nihil, BKSDA: Itu Bukan Satwa Liar Tapi Ada Pemiliknya

Baca juga: Ayo Jelajah Wisata di Desa Pagak Banjarnegara, Naik Delman Nikmati Keindahan Panorama Pedesaan

Baca juga: Talud Kantor Kecamatan Watumalang Wonosobo Ambrol, Dua Petani Tewas, Sedang Berteduh di Warung

Baca juga: Sebelum Bolong dan Buat Mobil Nyungsep, Jalan di Kemiriombo Wonosobo Ini Ternyata Sudah Retak

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved