Breaking News:

Berita Purbalingga

Ada Protes Warga, Bupati Purbalingga Hentikan Sementara Penambangan di Sungai Serayu Kemangkon

Bupati dan jajaran Forkompimda Purbalingga menggelar audiensi terkait penolakan penambangan galian c di Sungai Serayu Kemangkon, Selasa (16/2/2021).

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Penolakan terhadap aktivitas penambangan pasir atau tambang Galian C di Sungai Serayu, Desa Kemangkon, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga, tak kunjung usai.

Tuntutan warga masih sama, yaitu meminta agar kegiatan penambangan segera ditutup.

Bahkan, pada Sabtu (13/2/2021), untuk kesekian kalinya, warga menutup paksa jalan menuju lokasi penambangan.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi bersama Ketua DPRD Bambang Irawan dan sejumlah perwakilan tokoh masyarakat, penambang, dan warga sekitar, menggelar audiensi, Selasa (16/2/2021).

Kepala Dusun (Kadus) 3 Desa Kemangkon Giman menuturkan, aktivitas penambangan mempunyai sisi positif yaitu menaikan ekonomi warga sekitar.

Baca juga: Penambang Akui Tambang Galian C Lembah Silangit Purbalingga, tapi Tetap Dilanjut. Ini Alasannya

Baca juga: Pelantikan Tiwi-Dono Digelar Akhir Februari, Kursi Sementara Bupati Purbalingga Bakal Diisi Sekda

Baca juga: 6 Pelukis Purbalingga Ramaikan Imlek Art International Exhibition, Pameran Diikuti 7 Negara

Baca juga: Hati-hati, Hujan Petir Diperkirakan Melanda Purbalingga hingga Cilacap Malam Ini

Pendapat itu kembali diyakinkan perwakilan tokoh masyarakat setempat, Bambang, yang mengatakan, ada puluhan pekerja lokal yang bergantung dari penambangan tersebut.

"Sebelum ada penambangan itu, banyak anak muda dan pengangguran. Setelah ada penambangan itu, sekarang mampu menyerap pekerja sekitar 70 orang dan membuat para pemuda setempat bekerja," ujar Bambang dalam forum.

Bambang yang mendukung keberadaan tambang itu berharap, aktivitas penambangan dapat kembali dibuka.

"Perlu dipertimbangkan penambang yang punya izin agar tetap boleh beroperasi. Karena, ada warga yang menggantungkan hidup dari tambang," katanya.

Namun demikian, perwakilan dari warga Dusun 1 yang menolak keberadaan tambang mengatakan, warga menolak penambangan karena memicu kerusakan jalan hingga tak layak dilewati kendaraa.

Halaman
12
Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved