Breaking News:

Berita Video

Video Tuntut Kejelasan Klaim, Nasabah AJB Bumiputra Purbalingga Gelar Aksi Damai

Sejumlah nasabah Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputra 1912 menggelar aksi damai di kantor Bumiputra Purbalingga, Kamis (11/2/2021).

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Sejumlah nasabah Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputra 1912 menggelar aksi damai di kantor Bumiputra Purbalingga, Kamis (11/2/2021).

Mereka menuntut kejelasan atas klaim yang belum kunjung terbayarkan dari manajemen Bumiputra.

Mereka merupakan pemegang polis yang berstatus habis kontrak serta yang memiliki klaim tebus, meninggal dunia, dan Dana Kelangsungan Belajar (DKB).

Aksi tersebut merupakan yang kedua kalinya dilakukan. Desember 2020 lalu, mereka juga melakukan aksi serupa.

Peserta aksi yang merupakan nasabah Bumiputra Purbalingga, Victor Antonio, mengatakan, mayoritas polis yang dimiliki nasabah tersebut adalah asuransi pendidikan, semisal produk Asuransi Beasiswa Terencana.

Hal tersebut membuat kebutuhan dana dari klaim polis menjadi sangat penting karena berkaitan dengan kebutuhan hidupnya.

"Rata-rata, (nilainya) puluhan juta. Kalau jumlah nasabah, pihak kantor belum memberikan pastinya tapi yang jelas ada ratusan. Tuntutan inti adalah agar cepat dibayarkan," ungkap Victor kepada Tribunbanyumas.com, di lokasi aksi.

Ia mengatakan, sejak Desember 2017 sampai sekarang, tidak ada pencairan.

"Paling tua itu yang sejak 2017, ada yang belum dicairkan," tambahnya.

Menanggapi aksi damai para nasabah tersebut, Kepala Cabang Bumiputra Purbalingga Budi Iwan Satria mengatakan, keterlambatan pembayaran klaim tak hanya terjadi di Purbalingga.

"Se-Indonesia, semua ini di pusat Bumiputra dan pembayaran klaim itu langsung ke rekening, kami di cabang hanya pemberkasan. Karena, mulai 2016, semua klaim dari OJK menghendaki masuk ke rekening dan saya yakinkan nasabah, insyaallah semua cair," ujarnya.

Terkait surat tuntutan yang dilayangkan ke pihak Bumiputra Purbalingga, pihaknya akan mengirimkan surat tersebut ke kantor wilayah Yogyakarta.

"Semua klaim, yang melakukan transfer adalah pusat Bumiputra di Departemen Keuangan. Dananya tidak masuk ke kantor cabang melainkan dari pusat langsung ke nasabah," tuturnya. (Tribunbanyumas/jti)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved