Breaking News:

Penanganan Corona

Presiden Jokowi Minta Pedagang Pasar dan Pekerja Mal Masuk Daftar Penerima Vaksinasi Covid Tahap Dua

Presiden Joko Widodo meminta, vaksinasi tahap kedua yang menyasar pelayan publik juga dilakukan kepada pedagang dan pekerja di mal.

Editor: rika irawati
Kompas.com
Ilustrasi pemberian vaksin atau vaksinasi.() 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Pemerintah memastikan vaksinasi Covid-19 tahap kedua dimulai pekan depan, setelah vaksinasi tahap pertama bagi tenaga kesehatan rampung.

Presiden Joko Widodo meminta, vaksinasi tahap kedua yang menyasar pelayan publik juga dilakukan kepada pedagang dan pekerja di mal.

Menurutnya, vaksinasi bagi masyarakat yang memiliki interaksi dan mobilitas tinggi harus dilakukan lantaran sering menimbulkan klaster penularan.

"Masyarakat yang interaksinya tinggi, mobilitasnya tinggi, harus didahulukan. Misalnya pasar, misalnya di sektor-sektor jasa yang padat interaksi," ujar Jokowi saat membuka Musyawarah Nasional VI Apeksi di Istana Negara, Kamis (11/2/2021).

Masih Didata, Pedagang dan Sopir Angkot Bakal Terima Vaksinasi Covid Tahap Dua di Temanggung

Vaksinasi Dosis Kedua di Kota Tegal, Dinkes: Jatah Kami Dapat 5.960, Masih Kurang 1.960 Vaksin

Vaksinasi Tahap Pertama Hampir Rampung, Dinkes Purbalingga Mulai Siapkan Data Vaksinasi Tahap Dua

Vaksinasi Dosis Kedua Dilaksanakan, Ada 2.024 Penerima di Kota Tegal

Jokowi menekankan, pelaksanaan vaksinasi tak berbasis kepada perorangan. Target vaksinasi harus menjangkau klaster penularan Covid-19.

Kepala negara tersebut mencontohkan klaster mal atau pusat perbelanjaan. Vaksinasi tak bisa dilakukan kepada perorangan tetapi kepada seluruh karyawan mal.

Hal itu diyakini Jokowi dapat mempercepat proses vaksinasi dan mencapai kekebalan komunal atau herd immunity yang diharapkan. Daerah juga didorong untuk dapat melaksanakan vaksinasi massal.

"Di Puskesmas dilakukan tapi harus ada yang bentuk massal sehingga harian kita melakukan jumlah vaksin yang banyak," terang Jokowi.

Oleh karena itu, mantan wali kota Solo tersebut mendorong daerah menyusun manajemen perencanaan vaksinasi.

Selain itu, persiapan vaksinator juga diperlukan agar bisa memaksimalkan kegiatan vaksinasi.

Kurangi Banjir di Wonokerto dan Wiradesa Pekalongan, Tanggul Sungai Mrican Dijebol

Kisah Toleransi dari Banjir Kudus. GKMI Tanjungkarang Jadi Pengungsian, Warga: Kami Tetap Bisa Salat

Warga Desa Suru Pemalang Terisolasi, Jalan Masuk Tertutup Longsor dan Jembatan Penghubung Putus

Pelaku Pembunuh Dalang Rembang Anom Subekti Terungkap, Coba Bunuh Diri setelah Beraksi

Presiden Jokowi menjelaskan bahwa saat ini, pemerintah terus berupaya mencukupi kebutuhan vaksin. Indonesia telah mendapatkan komitmen untuk 426 juta dosis vaksin.

"Vaksin ini produsennya tidak banyak tetapi direbutkan oleh 215 negara, rebutan semuanya," jelas Jokowi.

Indonesia merupakan satu dari 42 negara yang telah melakukan vaksinasi kepada masyarakat.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 per Rabu (10/2/2021), vaksinasi dosis pertama telah dilakukan kepada 969.546 orang dan 279.251 orang telah mendapat vaksinasi dosis kedua. (*)

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved