Breaking News:

Imlek 2021

Imlek di Banyumas Sederhana: Sembahyang Massal Ditiadakan, Penyalaan Lilin Pengharapan Diwakilkan

Pengelola Kelenteng Boen Tek Bio Banyumas, Jawa Tengah, meniadakan sembahyang massal dalam perayaan Tahun Baru Imlek 2572.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Ilustrasi. Umat Konghucu berdoa di Kelenteng Tek Hay Kiong Kota Tegal, Kamis (4/2/2021) malam. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pengelola Kelenteng Boen Tek Bio Banyumas, Jawa Tengah, meniadakan sembahyang massal dalam perayaan Tahun Baru Imlek 2572.

Malam pergantian tahun itu akan dilalui secara sederhana.

Humas Kelenteng Boen Tek Bio Sobita Nanda mengatakan, dalam situasi pandemi Covid-19 ini, pihaknya meniadakan kegiatan sembahyang massal untuk menghindari kerumunan.

"Dalam situasi keprihatinan, kami harus menyadari dan mawas diri sehingga peringatan Tahun Baru Imlek di sini sangat sederhana," kata Sobita saat ditemui di kompleks kelenteng, Jumat (5/2/2021).

BRT Banyumas Diperkirakan Beroperasi Juni, Ini 3 Koridor yang Bakal Dilayani

Hipmi Banyumas Tolak Jateng di Rumah Saja, Supangkat: Aspirasi Mereka Segera Kami Teruskan

Sambut Imlek 2021, Kelenteng Tek Hay Kiong Kota Tegal Mulai Tulis Nama Umat di Lilin

Antar Dewa Dapur ke Nirwana, Umat Kelenteng Tek Hay Kiong Kota Tegal Titip Doa Covid segera Berlalu

Sobita mengatakan, rangkaian sembahyang dan prosesi dalam rangka memperingati Tahun Baru Imlek hanya akan dilakukan pengurus kelenteng.

"Dalam kondisi normal, sehari sebelum Imlek, umat dan simpatisan biasanya menyalakan lilin pengharapan. (Tahun ini) kebanyakan diwakilkan kepada pengurus sehingga umat atau simpatisan tidak datang ke sini," ujar Sobita.

Prosesi sembahyang, kata Sobita, juga akan dilakukan secara bergantian dengan jumlah masing-masing sebanyak 10 orang.

"Kami sudah mengimbau melalui media sosial, tidak ada sembahyang massal. Kalau pribadi, silakan, tapi gantian maksimal 10 orang. Kami tidak mau tempat ini menjadi klaster atau pemicu penyebaran Covid-19," kata Sobita.

Sobita mengatakan, tahun ini, pihaknya juga meniadakan perayaan Cap Go Meh.

"Hanya sembahyang sebagai bentuk syukur atas datangnya tahun baru, sudah dikasih keselamatan, rezeki, dan kehidupan yang baik," ujar Sobita.

Sobita berharap, di tahun kerbau emas ini, pandemi Covid-19 dapat segera berakhir.

"Dengan seiring penanganan pandemi dengan vaksinasi dan protokol kesehatan yang semakin ketat, semoga bisa segera dikendalikan dan kehidupan semakin baik," kata Sobita. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Imlek di Banyumas, Tak Ada Sembahyang Massal dan Perayaan Cap Go Meh".

Pendapatan Anjlok hingga 70 Persen, PHRI Kudus Minta Restoran Boleh Buka saat Jateng di Rumah Saja

Jembatan Rembun Pekalongan Ambles Tak Bisa Dilewati, Pemkab Minta Exit Tol Bojong Dibuka Sementara

Mulai 10 Februari, Ada Perubahan Jadwal Kereta Api. Ini Alasan dan Cara Mengeceknya

Tak Bisa Beri Bantuan ke Warga, Bupati Banjarnegara Pilih Tak Tutup Pasar saat Jateng di Rumah Saja

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved