Breaking News:

Berita Demak

Cerita Warga Mondoliko Demak Terusik Rob: Halaman Kering Hanya Pagi sampai Siang, Berharap Relokasi

Air laut pasang yang menggenangi permukiman di Dukuh Mondoliko, Desa Bedono, Kabupaten Demak, lambat laut mengusir warga.

TRIBUNBANYUMAS/MUHAMMAD YUNAN SETIAWAN
Warga Dukuh Mondoliko, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, membenarkan jaring di teras rumah, Jumat (29/1/2021). Menjelang sore, rob mulai datang menggenangi permukiman. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, DEMAK - Air laut pasang yang menggenangi permukiman di Dukuh Mondoliko, Desa Bedono, Kabupaten Demak, lambat laut mengusir warga. Dari semula tercatat 95 kepala keluarga (KK) yang tinggal di daerah tersebut, kini bekurang dan tersisa 65 KK.

Di beberapa tempat, saat gelombang pasang datang, air laut mulai masuk ke rumah. Sementara, di tempat lain, rob menggenangi pekarangan.

Sukiyo, ketua RW 02, mengatakan, Dukuh Mondoliko terdiri satu rukun warga (RW 02) dan empat rukun tetangga (RT 1-4).

Warga di dusunnya bekerja sebagai karyawan pabrik, penjahit, nelayan, dan ada juga yang menjadi tukang batu di luar kota.

"Rata-rata, kerja di luar dukuh. Kalau malam, tak dapat pulang karena air di sana (pintu masuk dukuh) tinggi. motor dititpkan di Sodong, warga nunggu airnya surut," ujarnya.

Lima Rumah Roboh dan Puluhan Lain Rusak Diterjang Gelombang 1,5 Meter di Sayung Demak

Santri di Demak Tenggelam saat Mandi di Sungai Jajar Bintoro, Pencarian Memasuki Hari Kedua

Makam Sunan Kalijaga Demak Dibuka Lagi, Wisatawan Bisa Berdoa Persis di Depan Area Makam

Status Lahan Jadi Kendala Pembangunan Tol Semarang-Demak, Tertutup Rob Namun Ada Sertifikatnya

Ia menjelaskan, rob mulai naik ke permukiman sekira pukul 15.00 WIB. Sekira magrib, halaman rumah warga sudah tertutup air laut, menjelang tengah malam, air sudah menggenangi isi rumah.

Sebagian warga ada yang tetap nekat pulang ke rumah dengan menerabas genangan air. Tetapi, yang tidak mau ambil risiko, memilih menunggu air surut.

Di dukuh tersebut, akses keluar masuk dukuh hanya melewati satu jalan.

Ketika air laut mulai pasang, jalan tersebut tidak terlihat karena tergenang rob. Warga yang berkendara motor pun tidak bisa membawa kendaraannya ke rumah.

Sumiyatun, merasakan kesulitan itu. Setiap hari, ia mesti bejalan kaki dari Mondoliko menuju Sodong. Di Sodong, dia menitipkan motor.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Yunan Setiawan
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved