Breaking News:

Berita Kudus

Atasi Banjir di Kaliwungu dan Mejobo, Plt Bupati Kudus Berencana Bangun 2 Embung

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berencana membangun dua embung untuk mengatasi banjir di wilayah Kecamatan Kaliwungu dan ‎Mejobo.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/RAKA F PUJANGGA
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo ‎menerima bantuan dari Baznas RI, di Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, Selasa (2/2/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berencana membangun dua embung untuk mengatasi banjir di wilayah Kecamatan Kaliwungu dan ‎Mejobo.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, embung itu bisa menjadi solusi mencegah banjir yang kerap terjadi di dua wilayah tersebut, setiap musim hujan.

"Kami berencana membangun dua embung untuk menampung air saat musim hujan. Dan menjadi irigasi saat kemarau," ujar Hartopo, saat penyerahan bantuan Baznas RI di Desa Setrokalangan, Selasa (2/2/2021).

Banjir Landa 10 Desa di 3 Kecamatan di Kudus, 1 Dukuh Terisolir. Warga Harus Pakai Perahu Karet

PAMMI Kudus Tuntut Permintaan Maaf: Bantah Sunat Bantuan bagi Seniman dan Siap Lapor Polisi

Detik-detik Warung di Rahtawu Kudus Longsor Terekam Kamera Warga, Tanah Bergerak Sejak Pagi

Sempat Dikejar, Mobil Penumpang Mengangkut 18 Koli Rokok Ilegal Diamankan Bea Cukai Kudus

Sebenarnya, pihaknya sudah menyediakan anggaran pembuatan embung tersebut sejak 2020 lalu. Namun, urung terlaksana lantaran refocusing anggaran Covid-19.

Pihaknya juga meminta bantuan kepada Pemprov Jateng untuk dapat memberikan bantuan pembangunan embung tersebut.

Pasalnya, dana bagi hasil cukai tembakau (DBHCT) yang diharapkan bisa digunakan dalam pembangunan, tak boleh dimanfaatkan untuk pengerjaan pembangunan fisik.

"Untuk pembebasan lahan, itu perlu uang. Padahal, dari dana bagi hasil cukai, tidak bisa untuk pengerjaan fisik. Makanya, kami mau mengkaji anggarannya," jelas dia.

Menurutnya, untuk pembangunan satu embung, dibutuhkan lahan seluas 3-4 hektare dan anggaran sebesar Rp 6 miliar-7 miliar.

‎Namun, jika menggunakan lahan bengkok desa, diperkirakan, anggaran yang diperlukan lebih rendah karena tidak memerlukan pembebasan lahan.

"Ini masih kami kaji regulasinya, apakah bisa untuk embung atau tidak," ujar dia.

5.432 Pekerja di Banyumas Dirumahkan Akibat Pandemi Covid, Mayoritas Pekerja Bidang Pariwisata

Playmaker PSIS Semarang Flavio Beck Junior Gabung Klub di Kroasia, Yoyok: Sedang Cari Kata Sepakat

Berasa Manis dan Legit, Durian Kartana Purbalingga Diajukan Dapat Sertifikasi Varietas Unggul Lokal

Sambut Imlek 2021, Kelenteng Tek Hay Kiong Mulai Tulis Nama Umat di Lilin

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved