Berita Sepak Bola
Kiper Legenda PSIS Semarang Tanggapi Wacana Pramusim Liga 1 2021, Ini Katanya
Dampak dari belum dimulainya kompetisi dikatakan IKP demikian sapaan akrab I Komang Putra banyak berpengaruh bagi pemain hingga official tim.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pelatih penjaga gawang PSIS Semarang, I Komang Putra berharap segera ada kabar baik mengenai dimulainya kompetisi Liga 1 musim 2021.
Beberapa waktu lalu, PSSI sudah memutuskan kompetisi Liga 1 musim 2020 bubar setelah distop sementara pada Maret tahun lalu.
Hingga saat ini belum ada kepastian kelanjutan kompetisi musim baru kapan dimulai.
• Pembayaran Gaji Telat, Bruno Silva Tetap Setia pada PSIS Semarang. Tolak Tawaran Lima Klub Asing
• Gelandang Asing Jonathan Cantillana Dilirik Klub di Chile, Begini Respon Manajemen PSIS Semarang
• Jonathan Cantillana Bakal Jadi Pemain PSIS Semarang Kedua? Diakui Dilirik Klub di Chile
• Banyak Pemain Lokal Hijrah ke Luar Negeri, Pelatih PSIS Dragan Djukanovic Sebut Hal Normal
"Mudah-mudahan kompetisi bisa dipercepat dimulai," kata I Komang Putra kepada Tribunbanyumas.com, Senin (1/2/2021).
Dampak dari belum dimulainya kompetisi dikatakan IKP demikian sapaan akrab I Komang Putra banyak berpengaruh bagi pemain hingga official tim.
"Kasihan yang bekerja di sepak bola mulai dari pelatih, pemain, dan official tim lainnya."
"Terdampak semua."
"Mungkin banyak yang hidupnya cuma dari bola, menggantungkan hidup di sepak bola, tidak ada kesibukan yang lain," ucapnya.
Mantan pemain yang pernah membawa PSIS Semarang juara Liga Indonesia tersebut merupakan satu di antara yang terdampak karena penghentian kompetisi.
"Satu tahun ini kan pemain, pelatih, dan yang lain-lain perlu juga pemasukan," ucap IKP.
Selama kompetisi dihentikan, IKP mengaku ia menantikan agar kompetisi segera jalan.
Selama vakum tersebut, IKP mengaku dirinya juga lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.
Selama kompetisi vakum, lelaki asal Denpasar tersebut berada di kediamannya di Surakarta bersama anak dan istri.
"Kegiatan saya di rumah saja."
"Keadaannya sudah seperti ini mau bagaimana lagi."