Breaking News:

Berita Purbalingga

Makin Tak Laku, Jangkrik Dagangan Tarti Sering Tak Habis di Pasar Hewan Purbalingga Akibat PPKM

Tarti (35), pedagang jangkrik di Pasar Hewan Purbalingga, harus menelan kekecewaan karena harus pulang membawa lagi sisa dagangan.

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Tarti (35), pedagang jangkrik di Pasar Hewan Purbalingga, harus menelan kekecewaan karena harus pulang membawa lagi sisa dagangan.

Puluhan tahun dia berdagang jangkrik, baru kali ini merasakan betapa susahnya menghabiskan satu karung jangkrik.

"Biasanya, kalau normal, sehari bisa habis tiga karung lebih jangkrik, Mas. Satu karungnya itu berisi satu kilogram. Sekarang, boro-boro (tiga karung), sekarung saja kadang tidak habis," keluhnya saat ditemui Tribunbanyumas.com di Pasar Hewan Purbalingga, Kamis (28/1/2021).

PPKM di Pasar Hewan Purbalingga Bikin Pedagang Sambat, Penjualan Kelinci Anjlok 70 Persen

37 Warga Terjaring Masker Tim Gabungan Satgas Covid Purbalingga, Terbanyak Tertangkap di Pasar Hewan

Ingin Petik Sayur sambil Belajar Soal Tanaman? Datang Saja ke Agroeduwisata Katel Klawu Purbalingga

Dampak PPKM Purbalingga Diperpanjang, Dinkop: Pelaku UMKM Batik dan Knalpot Makin Terpuruk

Tarti bercerita, anjloknya penjualan jangkrik dipengaruhi pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Pedagang dari luar kota, untuk sementara, dilarang masuk ke Pasar Hewan Purbalingga.

"Sepi karena sedang dibatasi. Padahal, pembeli dan pedagang di sini kebanyakan malah dari luar Purbalingga," terangnya.

Tarti adalah warga asli Pajerukan, RT 05 RW 03, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas.

Namun, dia masih bisa masuk Pasar Hewan Purbalingga lantaran penjagaan di perbatasan terkadang longgar.

Setiap Senin dan Kamis pagi, sekira pukul 05.00 WIB, dia sudah membuka lapaknya di Pasar Hewan Purbalingga.

Dia mengaku sangat bergantung dari hasil berjualan di Pasar Hewan Purbalingga. Kemudian, setiap Sabtu, dia pindah ke Sokaraja.

Sekarang, PPKM diperpanjang lagi dan dia merasa kecewa karena pendapatannya turun drastis.

"Ini diperpanjang lagi, lalu saya harus bagaimana, serba susah," katanya.

Siap-siap, Lampu Penerangan Jalan di Purwokerto Kota Bakal Dipadamkan saat Malam. Ini Alasannya

Punya Penyakit Penyerta, Vaksinasi 676 Nakes di Kabupaten Semarang Tertunda

Jual Jaringan Internet Ilegal, Warga Malang Jawa Timur Diamankan Polres Cilacap

Hilang 3 Hari, Bocah 9 Tahun asal Gunung Putih Banjarnegara Ditemukan Tewas di Waduk Mrica

Tarti menjual jangkrik seharga Rp 10 ribu untuk satu ons. Selain jankrik, dia juga menjual kroto Rp 30 ribu per ons, dan ulat kandang Rp 5 ribu satu ons.

Jangkrik, kroto, hingga ulat, banyak dicari pembeli untuk pakan burung peliharaan.

Semenjak adanya PPKM ini, Tarti mengaku hanya membawa keuntungan bersih Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu saja. (Tribunbanyumas/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved