Breaking News:

Berita Kendal

Anak di Kendal Gugat Ibu, Klaim Sebagian Sawah Orangtua Dibeli dari Hasil Kerja di Malaysia

Ibu lima anak itu digugat anak pertamanya atas sebagian tanah yang saat ini berupa sawah dan warung kopi di depan lapangan sepakbola Candiroto.

TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Ramisah (57), warga Kelurahan Candiroto, Kecamatan Kota Kendal, Kabupaten Kendal, saat ditemui di warungnya. Ramisah kini menghadapi gugatan dari anak sulungnya, Maryanah (45) atas tanah yang kini ditempati. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Seorang ibu bernama Ramisah (65), warga Kelurahan Candiroto, Kecamatan Kota Kendal, Kabupaten Kendal, harus berhadapan dengan hukum setelah diperkarakan anak kandungnya, Maryanah (45), di Pengadilan Negeri Kendal.

Ibu lima anak itu digugat anak pertamanya atas sebagian tanah yang saat ini dijadikan sebagai lahan sawah dan warung kopi di depan lapangan sepakbola Kelurahan Candiroto.

Ditemui Minggu (24/1/2021), Ramisah mengaku sudah lelah karena mondar-mandir ke PN Kendal untuk dimintai keterangan.

Padahal, ia harus merawat tanamannya, serta berjualan kopi, jajanan, hingga sayuran, untuk menyambung hidup, semenjak sang suami meninggal.

Baca juga: Anak di Salatiga Gugat Ibu ke Pengadilan Gara-gara Mobil Fortuner

Baca juga: Terjadi Lagi, Anak di Bandung Gugat Ayah Rp 3 Miliar Gara-gara Ingin Jual Tanah Warisan

Baca juga: Kasus Anak Polisikan Ibu di Demak: Anak Tolak Cabut Laporan Meski Dibujuk Anggota DPR Dedy Mulyadi

Baca juga: 199 Sekolah Ngebet Gelear KBM Tatap Muka, Begini Respon Pemkab Kendal

Belum lagi, Ramisah baru saja terkena musibah karena padi di sawahnya dibabat orang tak dikenal.

Kini, ia harus berjuang menghasilkan uang melalui dagangannya di warung kecil.

"Tanah ini (yang diperkarakan anaknya) adalah tanah yang dibeli saya bersama suami. Di surat jual beli juga tercantum nama saya dan nama almarhum suami saya tetapi tanah ini belum saya sertifikatkan," cerita Ramisah.

Di bagian lahan itu, Ramisah membangun warung yang kini menjadi tempat dia berjualan. Warung itu terbuat dari bambu dan papan, dilengkapi gerobak, hibah dari Baznas.

Ramisah mengaku sedih karena harus berurusan dengan hukum dan bersengketa dengan si sulung. Mengingat, usianya yang sudah lanjut, di mana seharusnya tidak banyak dibebani pikiran keduniawian saja.

"Saya sudah lima kali ke Pengadilan Negeri Kendal untuk memenuhi sidang gugatan. Saya sedih, sudah tua seperti ini, tidak bisa tenang malah jadi banyak pikiran dan sering sakit-sakitan," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved